Showing posts with label pantun. Show all posts
Kompilasi Pantun Malam 21-26 Januari 2011
Wednesday, February 2, 2011
Posted by Marchsada
Tag :
pantun
(Pantun Rindu, Pantun Religi)
Oleh
Hamdi Akhsan
PANTUN MALAM (26/1/2011)
Kalaulah buluh diadu-adu,
selagi lekat dipisah-pisah.
Kalaulah jauh dirindu-rindu,
selagi dekat disia-sia.
Buluh sebatang dibelah-belah,
untuk pelupuh dipasang-pasang.
Rindu yang ada disia-sia,
rindu yang jauh dikenang-kenang.
Gugur-gugurlah wahai sang mangga,
jangan menimpa buah mengkudu.
Tidur-tidurlah wahai sang mata,
biarkan dunia ramai berlalu.
PANTUN MALAM (25/1/2011)
Asam pauh tumbuh di ulu
dibawa rakit ke muaradua.
Dari jauh kukirim rindu,
kalaulah nasib bertemu jua.
Randu dibawa ke kota liwa,
danau ranau lewatnya dari.
Rindu rasa rindu dijiwa,
mata menetes ratapi diri.
Kalangan subuh ke jagaraga,
dalu burat pergi ke kemu.
Kalau tiada berjodoh juga,
di akherat kita bertemu.
PANTUN SIANG (25/1/2011)
Hujan deras hanyutkan batu,
hilang ikatan tangga pangkalan.
Bekerja keras sudahlah tentu,
tetapi badan jangan lupakan.
Kalau tak lebar tangga pangkalan,
tali diulur panjangkan ia.
Kalau lapar segeralah makan,
lanjut zuhur jangan ditunda.
Di Baturaja pasarnya pagi,
sehat dan segar belilah ikan.
Kerja dunia teruslah cari,
akherat tetap diutamakan.
PANTUN PENUTUP (24/1/11)
Kalau randu, biarlah randu,
jangan dirubah nama batangnya.
Kalau rindu,biarlah rindu,
jangan berubah sampai akhirnya.
Hendak hitam,hitamlah tinta,
semoga elok tertulis rapi.
Hendak pejam,pejamlah mata,
semoga esok bertemu pagi.
Gugur-gugurlah wahai sang nangka,
jangan menimpa si buah pauh,
Tidur-tidurlah wahai sang mata,
jangan rindukan dia yang jauh.
PANTUN MALAM (24/1/2011)
Dusun parit jauh di tepi,
Banyak kelapa tumbuh disitu.
Walaupun pahit kini jalani.
Moga bahagia diujung waktu.
Awan putih, langitpun putih,
alamat hujan tak reda jua.
Badan letih,jiwapun letih,
berharap semua ikhlaskan jua.
Tanam tiga,berbuah tiga,
agar subur pupuklah tanah.
Iman jaga,ibadah jaga,
agar dikubur tidak merana.
PANTUN KERJA (24/1/11)
Kalaulah kuda,biarlah kuda,
yang harum itu burung pelikan.
Kerja yang sudah,biarlah sudah,
yang belum esok kita lanjutkan.
Paruh yang putih,biarlah putih,
hendak mengkilap asahlah taji.
Tubuh yang letih,biarlah letih,
besok berharap segar kembali.
Hendak malang,malanglah kuda,
burung berbah tetap kan pergi.
Hendak pulang,pulanglah anda,
dirumah menunggu anak dan istri.
PANTUN PAGI (23/1/2011)
Ranting patah daun pun layu,
gugurlah ia suburkan bumi.
Penting ditata sudahlah tentu,
sabar dan syukur setiap hari.
Rumpun halia timbang pagi,
Bersihkan ditanah memakai air.
Hidup mulia memang dicari,
akherat juga tujuan akhir.
Hendak perih,perihlah mata,
sirih lah jua untuk bersihkan.
Hendak cari, carilah nafkah,
pada-Nya jua dipertanggungjawabkan.
PANTUN PENUTUP (22/1/2011)
Burung budbud didahan hinggap,
kalaulah hinggap jangan ganggukan.
Bangun tahajjud dipasang niat,
kalau lah dapat jadi amalan.
Lebatlah sungguh si buah padi,
asalkan burung dapat usirkan.
Teringat dosa ingat Ilahi,
moga ampunan kan diberikan.
Hendak gugur,gugurlah nangka,
jangan menimpa pinggiran pagar.
Hendak tidur,tidurlah mata,
janganlah lupa zikir istighfar.
PANTUN JELANG MAGHRIB (23/1/2011)
Berbah terbang ke atas bukit,
burung budbud bunyinya dalu.
Karena hari menjelang maghrib.
Berhenti fesbuk mandi dahulu.
Diatas bukit berbah bersarang,
baru turun di hari pagi.
Setelah maghrib segera makan,
barulah sibuk berfesbuk lagi.
Burung mematuk buah setangkai,
dibawa pulang untuk anaknya.
Didepan komputer waktu dipakai,
semoga memberi manfaat guna.
PANTUN SABTU PAGI (22/1/11)
Tebu ditanam ditetak-tetak,
dipotong lebar setiap ruas.
Sesama jangan menginjak-injak,
laku yang zalim dibayar lunas.
Mengambil sari diperas-peras,
dapat airnya dibuat gula.
Selalu berfikir dan kerja keras,
supaya hidup banyak pahala.
Hendak berdiri, dirilah rumah,
tetapi jangan sampai tak makan.
Hendak mencari,carilah nafkah,
rezeki yang halal tetap jagakan.
PANTUN PAGI (21/1/2011)
Tanjungkarang ke kalianda,
singgah sebentar buat berenang.
Kalaulah orang taat ibadah,
dunia dapat akherat senang.
Ke Pariaman orang Tandikat,
menjual pala depan beranda.
Kalaulah iman kuat melekat,
berbuat salah berdegup dada.
Hendak lari,larilah kita,
jangan hamburkan sampah ditaman.
Hendak cari,carilah harta,
jangan campurkan halal dan haram.
Al Faqiir
Hamdi Akhsan
(Pantun Tahun Baru, pantun menyapa,pantun nasehat,pantun PLN)
Oleh
Hamdi Akhsan
PANTUN MALAM TAHUN BARU.(31/12-2010)
Sekerat ragi mari taburkan,
jadiah tapai simpan dibilik.
Selamat bagi yang merayakan,
moga ke depan kan lebih baik.
Sarang burung jangan rusakkan,
supaya alam bisa lestari.
Orang beruntung pasti renungkan,
salah yang sudah tak diulangi.
Hendak berduri,durilah buah,
tetapi isi tetap gunakan.
Hendak cari,carilah dunia,
tapi akherat jangan lupakan.
PANTUN MALAM.(27/12-2010)
Hanyut ke hilir buah rambutan,
diambil oleh si anak putri.
Walaupun syair tiada sambutan,
terus berkarya tuk generasi.
Buah mengkudu asam rasanya,
dibuat obat sembuhlah sakit.
walaupun syair rendah mutunya,
bisa berguna walau sedikit.
Hendak gugur,gugurlah nangka,
jangan menimpa si batang padi
Hendak tidur, tidurlah mata,
lupakan semua duka dihati.
PANTUN SEKEDAR MENYAPA.(28/12/10)
Belidang serumpun dekat teriti,
baunya tak harum seperti pandan.
Menjelang tahun akan berganti,
hisablah untung ruginya badan.
Sumur ditimba dalamnya surut,
apalah lagi dihisap selang.
Umur bertambah kulit keriput,
sebentar lagi akan berpulang.
Memetik salak tertusuk duri,
salak disimpan didalam bilik.
Maafkan salah dan lupa diri,
moga ke depan kan lebih baik.
PANTUN JELANG TUTUP TAHUN.(29/12/2010)
Getah terap sadap dipohon,
pekat mengalir cepat ditadah
Berharap hidup seribu tahun,
tetapi taqdir tak bisa rubah.
Penuhlah getah dihari petang,
lekatlah ia ke wadah panci.
Ditahun baru yang akan datang,
jagalah iman jagalah diri.
Getah dipasang burung pikatkan,
diintai pikat sepanjang hari.
Berhati-hati jaga tindakan.
Agar tak sesal dikubur nanti.
PANTUN-PANTUN PESANAN (30/12-2010)
Pohon mengkudu buahnya satu,
Jatuh ke tanah terpecah belah.
Bermohon restu ayah dan ibu,
Izinkan nanda untuk menikah.
Sari mengkudu asam rasanya,
Dipakai obat sangatlah jitu.
Kalaulah tunggu wanita sempurna,
Tak akan ada sepanjang waktu.
Buah mangga diambil muda,
Asamnya tinggi terasa ngilu.
Usia ananda terus bertambah,
sedih sendiri sepanjang waktu.
Basah celana segeralah jemur,
sebelum siang segera keringkan.
Gimana bilang tak cukup umur,
sejak SD pun sudah pacaran.
Lebar bambu untuk untuk sembilu,
kalaulah tumpul silah tajamkan.
Sabar dahulu nanda menunggu,
kuliah sekarang segera rampungkan.
PANTUN UNTUK PLN (31/12-2010)
Bunga cempiring harumnya pagi,
menjelang petang cepatlah siram.
Betapa sering seperti ini,
listrik PLN selalu padam.
Buah mumbang telah jatuh lagi,
buah seduduk manisnya lama.
Inilah memang ciri monopoli,
baik buruk terpaksa terima.
Buah kuwini dikupas lagi,
dibuat asinan untuk lebaran.
Inilah provinsi lumbung energi,
listrik dikirim diripun kurang.
Al Faqiir
Hamdi Akhsan
KOMPILASI PANTUN MALAM 2011-1 (Pantun Tahun Baru, Pantun Malam, Pantun Religi)

Selamat tahun baru yang mewah ya,disini kami menderita
Oleh
Hamdi Akhsan
PANTUN MALAM TAHUN BARU.
Sekerat ragi mari taburkan,
jadilah tapai simpan dibilik.
Selamat bagi yang merayakan,
moga ke depan kan lebih baik.
Sarang burung jangan rusakkan,
supaya alam bisa lestari.
Orang beruntung pasti renungkan,
salah yang sudah tak diulangi.
Hendak berduri,durilah buah,
tetapi isi tetap gunakan.
Hendak cari,carilah dunia,
tapi akherat jangan lupakan.
PANTUN AKHIR MALAM (2/1/11)
Jangan dibuang si buah pauh,
getahnya memang akan melekat.
Jangan mengenang dia yang jauh,
sayangi saja yang dekat-dekat.
Rasa ngilu biarlah ngilu,
obati saja kalau musibah.
Masa yang lalu biar berlalu,
apa didepan jalani tabah.
Hendak gugur,gugurlah mangga,
jangan menimpa nyiur setandan.
hendak tidur,tidurlah mata,
jangan dibawa sedu dan sedan.
PANTUN PEMBAWA ACARA NIKAH.2-1-11.
Seikat kembang mari haturkan,
pada pengiring putri zuriyat.
Selamat datang kami ucapkan,
pada hadirin serta hadirat.
Mari dijaga bunga seikat,
tegakkan ia diapit bilah.
Mari kita mintakan berkat,
mulai acara dengan Bismillah.
Merona bunga indah cemerlang,
mawar harum berwarna merah.
Karena siang sudah menjelang,
kita lanjutkan lagi acara.
PANTUN RELIGI PAGI 2-1-11.
Pelepah kelapa itu sendayang,
lidinya dibuat tusuk gigi.
Supaya Allah selalu sayang,
ibadah wajib buat mumpuni.
Kalau sendahyang jatuh terhentak,
patah lidinya jadi karena.
Kalau yang wajib sudahlah tegak,
tambahkan pula ibadah sunah.
Untuk sapu diambil lidi,
bersih dan raut buang serabut.
Untuk bekal dihari nanti,
ketika maut datang menjemput.
PANTUN TAHUN BARU.1-1-11.
Karena asyik ke bina ria,
banyaklah orang bekerja telat.
Karena asyik bergadang ria,
banyaklah orang tertinggal sholat.
di taman mini naik kereta,
ceria hati memandang dekat.
Kasihan juga sahabat kita,
cara awali catatan malaikat.
Hendak benang,benang dibeli,
jangan lupakan bentuk jahitan.
Hendak senang,senanglah diri,
jangan entengkan perintah Tuhan.
Palembang,3/01-2011
Al Faqir
Hamdi Akhsan
mangga mengkal dlm lemari
untuk dimakan disore hari
hendak sesal, sesallah diri
asal jangan diulang lagi
Selamat tahun baru yang mewah ya,disini kami menderita
Oleh
Hamdi Akhsan
PANTUN MALAM TAHUN BARU.
Sekerat ragi mari taburkan,
jadilah tapai simpan dibilik.
Selamat bagi yang merayakan,
moga ke depan kan lebih baik.
Sarang burung jangan rusakkan,
supaya alam bisa lestari.
Orang beruntung pasti renungkan,
salah yang sudah tak diulangi.
Hendak berduri,durilah buah,
tetapi isi tetap gunakan.
Hendak cari,carilah dunia,
tapi akherat jangan lupakan.
PANTUN AKHIR MALAM (2/1/11)
Jangan dibuang si buah pauh,
getahnya memang akan melekat.
Jangan mengenang dia yang jauh,
sayangi saja yang dekat-dekat.
Rasa ngilu biarlah ngilu,
obati saja kalau musibah.
Masa yang lalu biar berlalu,
apa didepan jalani tabah.
Hendak gugur,gugurlah mangga,
jangan menimpa nyiur setandan.
hendak tidur,tidurlah mata,
jangan dibawa sedu dan sedan.
PANTUN PEMBAWA ACARA NIKAH.2-1-11.
Seikat kembang mari haturkan,
pada pengiring putri zuriyat.
Selamat datang kami ucapkan,
pada hadirin serta hadirat.
Mari dijaga bunga seikat,
tegakkan ia diapit bilah.
Mari kita mintakan berkat,
mulai acara dengan Bismillah.
Merona bunga indah cemerlang,
mawar harum berwarna merah.
Karena siang sudah menjelang,
kita lanjutkan lagi acara.
PANTUN RELIGI PAGI 2-1-11.
Pelepah kelapa itu sendayang,
lidinya dibuat tusuk gigi.
Supaya Allah selalu sayang,
ibadah wajib buat mumpuni.
Kalau sendahyang jatuh terhentak,
patah lidinya jadi karena.
Kalau yang wajib sudahlah tegak,
tambahkan pula ibadah sunah.
Untuk sapu diambil lidi,
bersih dan raut buang serabut.
Untuk bekal dihari nanti,
ketika maut datang menjemput.
PANTUN TAHUN BARU.1-1-11.
Karena asyik ke bina ria,
banyaklah orang bekerja telat.
Karena asyik bergadang ria,
banyaklah orang tertinggal sholat.
di taman mini naik kereta,
ceria hati memandang dekat.
Kasihan juga sahabat kita,
cara awali catatan malaikat.
Hendak benang,benang dibeli,
jangan lupakan bentuk jahitan.
Hendak senang,senanglah diri,
jangan entengkan perintah Tuhan.
Palembang,3/01-2011
Al Faqir
Hamdi Akhsan
Petesan meletus sakit telinga
Karena menyambut tahun baru
Bagi yg cinta pada agama
Tak peduli dengan tahun baru
...Kebiaasaan orang Barat jangan ditiru
Tahun baru sdh lama berlalu
Kita tingkatkan amal tiap waktu
Jangan lah dibuang detik umurmu
Indah berteman krn Allah
Reseki datang melimpah ruah
Hidup penuh dalam berkah
Karena menjaga syari'at Allah
Puji syukur pd Tuhanku
Masih ramai yg patuh pd perintah-Nya
Ya Allah tetapkan hamba bersama-Mu
Merasa damai dimana saja.
Karena menyambut tahun baru
Bagi yg cinta pada agama
Tak peduli dengan tahun baru
...Kebiaasaan orang Barat jangan ditiru
Tahun baru sdh lama berlalu
Kita tingkatkan amal tiap waktu
Jangan lah dibuang detik umurmu
Indah berteman krn Allah
Reseki datang melimpah ruah
Hidup penuh dalam berkah
Karena menjaga syari'at Allah
Puji syukur pd Tuhanku
Masih ramai yg patuh pd perintah-Nya
Ya Allah tetapkan hamba bersama-Mu
Merasa damai dimana saja.
untuk dimakan disore hari
hendak sesal, sesallah diri
asal jangan diulang lagi
PANTUN-PANTUN UNTUK ANAKKU
Sunday, January 9, 2011
Posted by Marchsada
Tag :
pantun,
syair pak hamdi
(KHALIDAH,RASHIF,KAMAL,DLL)
Kompilasi April 2010

Oleh
Hamdi Akhsan.
I
UNTUK ANAKKU M.KAMAL ROYDILHAQ.
Bakau rimbun dipantai bisu,
hutannya gelap pakai lentera.
Kau adalah si putra bungsu,
jiwamu halus bagaikan sutra.
Bujang komering di tanjung lubuk,
menjual beras dengan pepaya.
Janganlah sering engkau merajuk,
membuat terkuras airmata ayah.
Menyapu kapal kerani cuti,
pegawai baru merasa payah.
Mengapa hafalan quranmu berhenti?,
padahal bakatmu melebihi ayah.
Jatilan seninya org jawa,
tinggalan sejak zaman kiwari.
Jadilah ananda penghibur tawa,
karena hanya engkau sendiri.
Kepala dusun ingin bernyanyi,
menyanyi lagi nostalgia aryati.
Kubuat pantun dimalam sunyi,
untuk wasiat hidupmu nanti.
Menanam padi mulai dihulu,
jaraknya dekat diukur jari.
Nasehat kami orang dahulu,
patut dituntut dipelajari..
Adab bertamu haruslah santun,
selingi bahasa dengan kelakar.
Belajar ilmu haruslah tekun,
seperti orang menganyam tikar.
Sawi ditanam dengan sejajar,
dipetik dimasak santan kelapa.
Selagi kecil banyak belajar,
setelah dewasa mendapat upah.
2
UNTUK ANAKKU M.RASHIF ALMAIZI.
Kuini dijual jauh kepasar,
subuh dibawa bersama paria.
Kini tubuhmu tinggi besar,
tumbuh perkasa menjadi pria..
Keladi dimakan kuah dihirup,
dicampur asam daun kedondong.
Jadikan pakaian selama hidup,
rendahkan hati jauhi sombong.
Kabar datang dari sang ratu,
pangeran pergi bawa bungkusan.
Kuberi engkau namamu yang itu,
didalamnya bicara keperkasaan.
Krakatau berada di selat sunda,
perkasa bagai sang kamandanu.
Engkau adalah lelaki ayahanda,
pelindung ayunda serta adikmu.
Jelata menempel didalam baki,
bersih disapu si anak dara.
Jadilah engkau anak lelaki,
gagah dan tegar hadapi samodra.
Gajah dipakai angkut ilalang,
diam menekur didepan roda.
Gagahlah engkau seperti elang,
tajam cakarnya bagai garuda.
Ikan selimang besar empedu,
enak dimakan sedikit tulang.
Kecil kutimang besar kurindu,
mengapa engkau tak pulang-pulang?
Belajar harus kuat dan tahan,
Itu nasehat diulang umi
.Berani jujur akui kesalahan,
itulah sifat yang dikagumi.
3
UNTUK ANAKKU KHALIDAH.
Selendang kecil di atas meja,
dipakai menari putri nurlela.
Selagi kecil engkau kumanja,
setelah besar engkau kubela.
Dendang bertalu terdengar apik,
ditabuh oleh pujangga india.
Dengarlah selalu nasehat yang baik,
agar hidupmu kelak bahagia.
Petani bersawah memakai bajak,
tajam mngkilap bagai belidang.
Ingatlh nasehat orang bijak,
tajamnya lidah bagaikan pedang.
Menjangan putih bersedih rasa,
sakit digigit si kumbang jati.
Janganlah mudah berputus asa,
jadilah ananda petarung sejati.
Angsa berharap ke angkasa,
memohon elang mau membantu.
Dimasa kecilmu ayah perkasa,
sekarang lemah dimakan waktu.
Pahlawan Aceh TuankuTambusay,
tekadkan usir para penjajah.
hari-hari ayah telah usai,
karena engkau semangat membaja.
Serunting Sakti pntang ditantang,
ucapnya makbul bagai pandita.
Kubanting tulang pagi dan petang,
untuk skolah anakku tercinta.
Jendral macan sangat terkejut,
akibat berita dari srengigi.
Jagalah quran dan sholat tahajjud,
agar Allah selalu melindungi .
Jerapah berlari terlihat payah,
ke pinggir danau ia tertatih.
Jadilah ananda kebanggaan ayah,
ketika tulangku telah memutih...
Purun dianyam dibuat kopiyah,
indah membentuk naga.
Pantun ini wasiat ayah,
agar kebaikanmu selalu terjaga.
4
ANAKKU
Jembatan patah tiang tertancap,
patah semua tidak berselang.
Jagalah lidah dalam berucap,
lidah itu tidak bertulang.
Ke laut sore pulangnya dalu,
nelayan parkir di tepi banda.
Kalau sore pulanglah dulu,
nanti khawatir ayah
Mabuk terpukau si putri ulu,
melihat pangeran dari seberang.
Mandilah engkau bersih dahulu,
barulah kemesjid pergi sembahyang.
Sang raja pulang dari haji,
Sosoknya gagah sinar cemerlang.
Setelah selesai ananda mengaji,
Segeralah pula beranjak pulang.
5
ADAB MAKAN.
Bidar dituntun ke perlombaan,
serempak kayuh senada.
Belajar santun diwaktu makan,
jangan berkecipak mulut ananda.
Amran Daulay datang bertamu,
jual tembakau dijepit bilah.
Ambillah gulai yang didekatmu,
jangan menjangkau wadah sebelah.
Sebutir rukam bagi berdua,
sebuah mangga bagi dibelah.
Sebelum makan bacalah do'a,
setelah makan baca hamdalah.
Burung pungguk memandang bulan,
meratap sedih berkepanjangan.
Kasih anak sepanjang jalan,
kasih ibu sepanjang zaman.
6
ANAKKU
Danau watu di tanah Sumbawa,
pengap belerang ikannya mati.
Duhai anakku permata ayah,
penyedap mata pelipur hati.
Elang terbang bangau sekedup,
ke danau dia pergi berlabuh.
Engkau tempat sandarkan hidup,
ketika tulang sudah rapuh.
Cahaya langit memancar kilat kilat,
disusul oleh petir beruntun.
Carilah ilmu rajinlah sholat,
agar hidumu selalu dituntun
Hari-hari penuh sejarah,
dalam hidup para pendekar.
Hati-hatilah dalam melangkah,
engkau bagaikan si bunga mekar.
Biasan pancing harus diramu,
dipasang kucur pancing tenggelam.
Biasakanlah dalam hidupmu,
Kurangi tidur dan bangun malam.
7
ANAKKU.
Berkelok jalan ke gunung jati,
lurus jalan ke tangsi lontar.
Bernama anak harus berbakti,
agar hidup tidak terlantar.
jauh bertandang ke semanding,
berteman bujang tanjung sari
jasa ayah bunda tidak sebanding,
berikan cinta sepanjang hari.
Belambangan dusunnya maju
dekat dusun kesambi rata.
Didalam hati tidak setuju,
tetaplah manis dipandang mata.
Semanding dusunnya indah,
tetangga dusun gunung liwat.
Selalu hidup dengan merendah,
Supaya tidak diatur syahwat.
Pergi kalangan ke ujan Mas,
singgah sebentar ke gunung kuripan.
Anak berbakti tak perlu cemas,
sepanjang hidup penuh harapan.
Tanjung kurung ada ditengah,
ditepi dusun sukarami.
Tersandung hidup terengah-engah,
Mohonlah doa ayah dan umi.
Sawah subur di Batanghari,
Duku dijual di nyiur sayak.
Selama hidup sepanjang hari,
carilah rezeki berkah dan layak.
Bertanam tebu di Suka merindu,
padang bindu dusunnya luas.
Budi sang ibu harus dirindu,
Setelah dewasa harus dibalas
Ayam dijual di panggal-panggal,
dibawa menuju dusun bedegung.
Anak durhaka patut dipenggal,
anak yang soleh harus disanjung.
Arang dibuat di keban Agung,
kujual murah di ulak pandan.
orang tua harus disanjung,
Ketika renta hadir dibadan.
Rumah beratap di Tubohan,
membeli rotan ke raksa jiwa.
Ratapi anak sedih tertahan,
memakan badan merusak jiwa
Orang Jawa di Guna Makmur,
Pecahan dari dusun Seleman.
Seakan jiwa terasa hancur,
kalau si anak jadi pereman.
Singapura bukan negara,
Kebunjati bukanlah hutan.
Selama hidup berhura-hura,
Setelah mati berteman setan.
Singgah didusun pengaringan,
Sebelum pergi ke panai makmur.
Urussan keluarga terasa ringan,
pabila ananda pandai bersyukur.
Membeli beras ke Banjar sari,
Untuk Sedekah di Pandan Dulang.
Berkah orangtua harus dicari
Sampai tubuh memutih tulang,
Tebing kampung desanya jauh,
ditempuh dengan berjalan kaki.
Jalani hidup jangan mengeluh,
untuk anakku sang laki-laki.
8
PANTUN UNTUK KEPONAKANKU TAUFIQ DAN IQBAL
Bulan baru bersinar remang,
kelakar dusun di beranda.
Baru sebentar engkau ditimang,
kini kau hendak tinggalkan bunda.
mau masuk SMPIT tinggalkan umi ya?
Putri seruni mandi di hulu,
jaring ditebar putri menyelam.
Pesan umi ingat selalu,
jadikan bantal diwaktu malam.
jentera muncul menjelang sore,
indah tiada terlukis kata.
Jadilah engkau anak yang soleh,
permata hati penyedap mata
Jerapah merusak sarang tempua,
undur-undur lari terlunta.
jangan lupa panjatkan doa,
untuk ayah umi tercinta.
Jala terpasang fajar merekah,
datangnya pagi sebagai pertanda.
Jadilah anak pembawa berkah,
ketika ayah-umi telah tiada.
Insan percaya disebut pede,
setiap masalah dianggap mudah.
Ini dahulu pesan pakde,
semoga tidurmu bermimpi indah.
Salam untuk ayah,umi,dan mbah di sukoharjo ya!
9
ILMU.
Mengambil tawas untuk beramu,
sadapan dikumpul dengan ditadah.
Gapailah dunia luas dengan ilmu,
raihlah akheratmu dengan ibadah.
Selayak terbang tinggi berliku,
berliku sampai jauh di huma.
Banyak-banyaklah membaca buku,
karena buku lah jendela dunia...
Jelatang tumbuh ditepi huma,
miangnya tajam gatal dikulit.
Jadikan ilmu sebagai darma,
agar hidupmu tidaklah sulit.
Burung manyar burung perenjak,
terbang tinggi ke hutan jati.
Belajarlah menjadi orang bijak,
karena ia penerang hati.
Orang ogan pergi mengarat,
penuh jaring dengan ikan sepat.
Utamakan belajar ilmu akherat,
pastilah dunia akan kau dapat.
Indah irama adik berpantun,
pantunsalah langsung diralat.
Ilmu tauhid jadikan penuntun,
ilmu syariat sebagai alat.
Nasehat kami orang dahulu,
diambil dari kisah sang kancil.
Bagai mengukir diatas batu,
menuntut ilmu dimasa kecil.
Ke kota jual kayu perepat,
dipakai untuk bikin gaharu.
Berkahnya ilmu akan kau dapat,
bila selalu hormati guru.
Pelantun lagu nyanyikan kata,
katanya indah wajah bersemu.
Pantunku ini untuk ananda tercinta,
karena kami jarang bertemu.
Inderalaya,2010
Al Faqir
Hamdi Akhsan
Kompilasi April 2010
Oleh
Hamdi Akhsan.
I
UNTUK ANAKKU M.KAMAL ROYDILHAQ.
Bakau rimbun dipantai bisu,
hutannya gelap pakai lentera.
Kau adalah si putra bungsu,
jiwamu halus bagaikan sutra.
Bujang komering di tanjung lubuk,
menjual beras dengan pepaya.
Janganlah sering engkau merajuk,
membuat terkuras airmata ayah.
Menyapu kapal kerani cuti,
pegawai baru merasa payah.
Mengapa hafalan quranmu berhenti?,
padahal bakatmu melebihi ayah.
Jatilan seninya org jawa,
tinggalan sejak zaman kiwari.
Jadilah ananda penghibur tawa,
karena hanya engkau sendiri.
Kepala dusun ingin bernyanyi,
menyanyi lagi nostalgia aryati.
Kubuat pantun dimalam sunyi,
untuk wasiat hidupmu nanti.
Menanam padi mulai dihulu,
jaraknya dekat diukur jari.
Nasehat kami orang dahulu,
patut dituntut dipelajari..
Adab bertamu haruslah santun,
selingi bahasa dengan kelakar.
Belajar ilmu haruslah tekun,
seperti orang menganyam tikar.
Sawi ditanam dengan sejajar,
dipetik dimasak santan kelapa.
Selagi kecil banyak belajar,
setelah dewasa mendapat upah.
2
UNTUK ANAKKU M.RASHIF ALMAIZI.
Kuini dijual jauh kepasar,
subuh dibawa bersama paria.
Kini tubuhmu tinggi besar,
tumbuh perkasa menjadi pria..
Keladi dimakan kuah dihirup,
dicampur asam daun kedondong.
Jadikan pakaian selama hidup,
rendahkan hati jauhi sombong.
Kabar datang dari sang ratu,
pangeran pergi bawa bungkusan.
Kuberi engkau namamu yang itu,
didalamnya bicara keperkasaan.
Krakatau berada di selat sunda,
perkasa bagai sang kamandanu.
Engkau adalah lelaki ayahanda,
pelindung ayunda serta adikmu.
Jelata menempel didalam baki,
bersih disapu si anak dara.
Jadilah engkau anak lelaki,
gagah dan tegar hadapi samodra.
Gajah dipakai angkut ilalang,
diam menekur didepan roda.
Gagahlah engkau seperti elang,
tajam cakarnya bagai garuda.
Ikan selimang besar empedu,
enak dimakan sedikit tulang.
Kecil kutimang besar kurindu,
mengapa engkau tak pulang-pulang?
Belajar harus kuat dan tahan,
Itu nasehat diulang umi
.Berani jujur akui kesalahan,
itulah sifat yang dikagumi.
3
UNTUK ANAKKU KHALIDAH.
Selendang kecil di atas meja,
dipakai menari putri nurlela.
Selagi kecil engkau kumanja,
setelah besar engkau kubela.
Dendang bertalu terdengar apik,
ditabuh oleh pujangga india.
Dengarlah selalu nasehat yang baik,
agar hidupmu kelak bahagia.
Petani bersawah memakai bajak,
tajam mngkilap bagai belidang.
Ingatlh nasehat orang bijak,
tajamnya lidah bagaikan pedang.
Menjangan putih bersedih rasa,
sakit digigit si kumbang jati.
Janganlah mudah berputus asa,
jadilah ananda petarung sejati.
Angsa berharap ke angkasa,
memohon elang mau membantu.
Dimasa kecilmu ayah perkasa,
sekarang lemah dimakan waktu.
Pahlawan Aceh TuankuTambusay,
tekadkan usir para penjajah.
hari-hari ayah telah usai,
karena engkau semangat membaja.
Serunting Sakti pntang ditantang,
ucapnya makbul bagai pandita.
Kubanting tulang pagi dan petang,
untuk skolah anakku tercinta.
Jendral macan sangat terkejut,
akibat berita dari srengigi.
Jagalah quran dan sholat tahajjud,
agar Allah selalu melindungi .
Jerapah berlari terlihat payah,
ke pinggir danau ia tertatih.
Jadilah ananda kebanggaan ayah,
ketika tulangku telah memutih...
Purun dianyam dibuat kopiyah,
indah membentuk naga.
Pantun ini wasiat ayah,
agar kebaikanmu selalu terjaga.
4
ANAKKU
Jembatan patah tiang tertancap,
patah semua tidak berselang.
Jagalah lidah dalam berucap,
lidah itu tidak bertulang.
Ke laut sore pulangnya dalu,
nelayan parkir di tepi banda.
Kalau sore pulanglah dulu,
nanti khawatir ayah
Mabuk terpukau si putri ulu,
melihat pangeran dari seberang.
Mandilah engkau bersih dahulu,
barulah kemesjid pergi sembahyang.
Sang raja pulang dari haji,
Sosoknya gagah sinar cemerlang.
Setelah selesai ananda mengaji,
Segeralah pula beranjak pulang.
5
ADAB MAKAN.
Bidar dituntun ke perlombaan,
serempak kayuh senada.
Belajar santun diwaktu makan,
jangan berkecipak mulut ananda.
Amran Daulay datang bertamu,
jual tembakau dijepit bilah.
Ambillah gulai yang didekatmu,
jangan menjangkau wadah sebelah.
Sebutir rukam bagi berdua,
sebuah mangga bagi dibelah.
Sebelum makan bacalah do'a,
setelah makan baca hamdalah.
Burung pungguk memandang bulan,
meratap sedih berkepanjangan.
Kasih anak sepanjang jalan,
kasih ibu sepanjang zaman.
6
ANAKKU
Danau watu di tanah Sumbawa,
pengap belerang ikannya mati.
Duhai anakku permata ayah,
penyedap mata pelipur hati.
Elang terbang bangau sekedup,
ke danau dia pergi berlabuh.
Engkau tempat sandarkan hidup,
ketika tulang sudah rapuh.
Cahaya langit memancar kilat kilat,
disusul oleh petir beruntun.
Carilah ilmu rajinlah sholat,
agar hidumu selalu dituntun
Hari-hari penuh sejarah,
dalam hidup para pendekar.
Hati-hatilah dalam melangkah,
engkau bagaikan si bunga mekar.
Biasan pancing harus diramu,
dipasang kucur pancing tenggelam.
Biasakanlah dalam hidupmu,
Kurangi tidur dan bangun malam.
7
ANAKKU.
Berkelok jalan ke gunung jati,
lurus jalan ke tangsi lontar.
Bernama anak harus berbakti,
agar hidup tidak terlantar.
jauh bertandang ke semanding,
berteman bujang tanjung sari
jasa ayah bunda tidak sebanding,
berikan cinta sepanjang hari.
Belambangan dusunnya maju
dekat dusun kesambi rata.
Didalam hati tidak setuju,
tetaplah manis dipandang mata.
Semanding dusunnya indah,
tetangga dusun gunung liwat.
Selalu hidup dengan merendah,
Supaya tidak diatur syahwat.
Pergi kalangan ke ujan Mas,
singgah sebentar ke gunung kuripan.
Anak berbakti tak perlu cemas,
sepanjang hidup penuh harapan.
Tanjung kurung ada ditengah,
ditepi dusun sukarami.
Tersandung hidup terengah-engah,
Mohonlah doa ayah dan umi.
Sawah subur di Batanghari,
Duku dijual di nyiur sayak.
Selama hidup sepanjang hari,
carilah rezeki berkah dan layak.
Bertanam tebu di Suka merindu,
padang bindu dusunnya luas.
Budi sang ibu harus dirindu,
Setelah dewasa harus dibalas
Ayam dijual di panggal-panggal,
dibawa menuju dusun bedegung.
Anak durhaka patut dipenggal,
anak yang soleh harus disanjung.
Arang dibuat di keban Agung,
kujual murah di ulak pandan.
orang tua harus disanjung,
Ketika renta hadir dibadan.
Rumah beratap di Tubohan,
membeli rotan ke raksa jiwa.
Ratapi anak sedih tertahan,
memakan badan merusak jiwa
Orang Jawa di Guna Makmur,
Pecahan dari dusun Seleman.
Seakan jiwa terasa hancur,
kalau si anak jadi pereman.
Singapura bukan negara,
Kebunjati bukanlah hutan.
Selama hidup berhura-hura,
Setelah mati berteman setan.
Singgah didusun pengaringan,
Sebelum pergi ke panai makmur.
Urussan keluarga terasa ringan,
pabila ananda pandai bersyukur.
Membeli beras ke Banjar sari,
Untuk Sedekah di Pandan Dulang.
Berkah orangtua harus dicari
Sampai tubuh memutih tulang,
Tebing kampung desanya jauh,
ditempuh dengan berjalan kaki.
Jalani hidup jangan mengeluh,
untuk anakku sang laki-laki.
8
PANTUN UNTUK KEPONAKANKU TAUFIQ DAN IQBAL
Bulan baru bersinar remang,
kelakar dusun di beranda.
Baru sebentar engkau ditimang,
kini kau hendak tinggalkan bunda.
mau masuk SMPIT tinggalkan umi ya?
Putri seruni mandi di hulu,
jaring ditebar putri menyelam.
Pesan umi ingat selalu,
jadikan bantal diwaktu malam.
jentera muncul menjelang sore,
indah tiada terlukis kata.
Jadilah engkau anak yang soleh,
permata hati penyedap mata
Jerapah merusak sarang tempua,
undur-undur lari terlunta.
jangan lupa panjatkan doa,
untuk ayah umi tercinta.
Jala terpasang fajar merekah,
datangnya pagi sebagai pertanda.
Jadilah anak pembawa berkah,
ketika ayah-umi telah tiada.
Insan percaya disebut pede,
setiap masalah dianggap mudah.
Ini dahulu pesan pakde,
semoga tidurmu bermimpi indah.
Salam untuk ayah,umi,dan mbah di sukoharjo ya!
9
ILMU.
Mengambil tawas untuk beramu,
sadapan dikumpul dengan ditadah.
Gapailah dunia luas dengan ilmu,
raihlah akheratmu dengan ibadah.
Selayak terbang tinggi berliku,
berliku sampai jauh di huma.
Banyak-banyaklah membaca buku,
karena buku lah jendela dunia...
Jelatang tumbuh ditepi huma,
miangnya tajam gatal dikulit.
Jadikan ilmu sebagai darma,
agar hidupmu tidaklah sulit.
Burung manyar burung perenjak,
terbang tinggi ke hutan jati.
Belajarlah menjadi orang bijak,
karena ia penerang hati.
Orang ogan pergi mengarat,
penuh jaring dengan ikan sepat.
Utamakan belajar ilmu akherat,
pastilah dunia akan kau dapat.
Indah irama adik berpantun,
pantunsalah langsung diralat.
Ilmu tauhid jadikan penuntun,
ilmu syariat sebagai alat.
Nasehat kami orang dahulu,
diambil dari kisah sang kancil.
Bagai mengukir diatas batu,
menuntut ilmu dimasa kecil.
Ke kota jual kayu perepat,
dipakai untuk bikin gaharu.
Berkahnya ilmu akan kau dapat,
bila selalu hormati guru.
Pelantun lagu nyanyikan kata,
katanya indah wajah bersemu.
Pantunku ini untuk ananda tercinta,
karena kami jarang bertemu.
Inderalaya,2010
Al Faqir
Hamdi Akhsan
KOMPILASI PANTUN JUNI 2010 (PANTUN UNTUK ANAK,PANTUN NASEHAT)
Posted by Marchsada
Tag :
pantun,
syair pak hamdi
Oleh
Hamdi Akhsan.
PANTUN UNTUK ANAK.
Belibis pulang hari selasa,
sangkarnya tinggi hawanya segar.
Belajarlah hidup jadi dewasa,
bertambah hari jiwamu tegar.
Anak pipit mematuk padi,
patuknya perih padinya lepas.
Latihlah banyak menanam budi,
tanpa pamrih agar kau puas.
Burung selayak terbang beruntun,
bulunya hitam bercampur pirang.
Belajarlah menjadi anak yang santun,
agar engkau disayang orang.
Merpati putih bulunya halus,
tertata rapi tersusun lebat.
Rendah hati dan budi halus,
niscaya hidupmu banyak sahabat.
Orang dahulu pernah berkata,
ada ubi ada pula talas.
begitulah kata sang pepatah,
adanya budi berbuah balas.
Burung bekakau tajam berkuku,
terbang menangkap ikanpun boleh.
Walau jasadku terbujur kaku,
ayah kan bangga beranak soleh.
PANTUN LARUT MALAM.
Di batang balam sarang penyengat,
obat madunya hangat didada.
Dimalam larut selalu teringat,
cinta kasih ayah dan bunda.
Hari mendung susah mencuci,
jemurkan lama tak kering jua.
Walau kau gendong ke tanah suci,
jasa ayah bunda tak terbalas jua.
Walau kerakap tumbuh dibatu,
tapi semangat tetap membara.
Walaupun disiplin sekeras batu,
tapi jiwa selembut sutra.
Pohon alpukat berbuah dua,
dimakan satu tinggal semata.
Anak berbakti sorga dunia,
penyejuk hati penyedap mata.
PANTUN MALAM.
Hujan malam dingin menusuk,
gigi gemeretak tubuh menggigil.
Menghujam dalam pedih tertusuk,
berharap akhir maut memanggil.
Berdandan gadis eloklah rupa,
rupa ditambah eloknya hati.
Berharap bahagia tapi hampa,
ada ananda penghibur hati.
Jentera redup malam berakhir,
keringlah sudah si getah para.
Jalani hidup bagaikan air,
berakhir mengalir ke tengah samodra.
Gemuruh suara guntur berganti,
berganti dengan suara gelegar.
Gempuran coba tiada henti,
letihnya hidup hamcurkan tegar.
Keramba dipakai menangkap ikan,
dipakai juga kurung tempua.
Kalaulah memang engkau perhatikan,
rapuh dibalik mata menua.
Kicau indah burung kakaktua,
meracau panjang tak dimengerti.
Ketika jasad makin menua,
moga sisa umur diberkati.
Kedalam sumur direndam buluh,
bulu dipakai membuat meja.
Ketika umur diatas empatpuluh,
berarti usia telah senja.
Mendayung sampan di sungai penukal,
sungainya deras dayungnya patah.
Sebelum pulang kumpulkan bekal,
untuk kembali kepada pencipta.
Kumbang jatuh lebahpun jatuh,
lebah menghisap si bunga safir,
Mumbang jatuh kelapa jatuh,
tua muda tergantung taqdir.
Ke negeri batin bawa perahu,
hendak menuju dusun tekana.
Derita batin tiada yang tahu,
hendak mengadu pergi kemana.
Itulah rasa si gula jawa,
manis rasanya sudahlah tentu.
Itulah rahsia didalam jiwa,
remuk redam dimakan waktu.
Kelapa ditebang pohon diukir,
pucuk pohonnya diambil umbut.
Derita batin akan berakhir,
kala maut datang menjemput.
Orang ogan pergi mengaji,
kitab dibawa diatas kepala
Orang hidup terus diuji,
dengan nikmat beserta bala.
Bulan redup di senjakala,
burung seriti bersarang tinggi.
Berjuang hidup terkadang lelah,
ingin berhenti tak mungkin lagi.
Dinginnya atap sampai beranda,
atapnya robek ditusuk duri.
Ingin meratap didepan bunda,
tapi sedihku ditelan sendiri.
Inderalaya,29 November 2010
Al Faqir
KANGEN, NASEHAT, DAN RELIGI DI BULAN APRIL 2010
Oleh
Hamdi Akhsan.
PANTUN KANGEN
Terbanglah terbang hai kumbang mayang,
arungi rimba tiada bertepi.
Siang terbayang malam terkenang,
rinduku padamu bertemu sepi..
sudah gaharu cendana pula,
sudah tahu bertanya pula.
Sudahlah tempua bersarang rendah,
sudah terasa masih dikata.
Sedihlah sedih si burung pungguk,
rindukan bulan sepanjang masa.
Andainya dulu engkau mengangguk,
tak perlu aku berputus asa.
Pulanglah pulang Anakku sayang,
peluklah bunda yang sudah renta.
Mengapa dulu tidak kau bilang,
kau biarkan cintaku menjadi patah.
tajamlah tajam duri melati,
menusuk halus menoreh luka.
rasa terhujam dalam dihati,
ingat padamu hadirkan duka.
Menjerit-jerit si anak onta,
dikejar oleh tukang pedati.
itulah beratnya derita cinta,
rindukan dia sampai ke mati.
Tersengat pilu rusa betina,
kekasih hilang ditembak penjahat.
Teringat padamu hatiku merana,
semoga kelak bersama di akherat.
PANTUN NASEHAT
Terasa perih karena disebat,
disebat kuat dengan cemeti.
Terima kasih para sahabat,
nasehat anda sungguh berarti.
Niat jahat perlu dihadang,
secara santun serta berisi.
Nasehat sahabat lama di Padang,
sampiran pantun kurang serasi.
Cerita durhaka si Malin Kundang,
terkenal sejak zaman bahari.
Carilah berita sebelum komentar,
agar salah tidak dicari-cari.
PANTUN NASEHAT PAGI DAN LANJUTAN KANGEN
Anak rajawali bersayap indah,
cakarnya tajam merobek membelah.
Awali pagi dengan Bismillah,
'tuk jalani hidup karena Allah.
Anak domba makan zaitun,
petani marah lampu disorot.
Berlomba nasehat dengan pantun,
itulah dakwah fastabiqul khoirot.
Daeng Matta tinggal di Palu,
hijrah bersama ke tanah langkat.
Dengan Bismillah ingat selalu,
hidup bahagia akan didapat.
Menangkap rejam menebar sauh,
sauh dilempar terkait batu.
Mata terpejam fikiran jauh,
menembus ruang melipat waktu.
Ranting patah daunnya lebat,
dahan mati daun terkulai.
Rindu dimata bertemu obat,
rindu dihati bagaikan badai.
sungguh asam buah mengkudu,
dipakai obat agar perkasa.
sama-sama menanggung rindu,
apalah gunanya kalau tersiksa.
PANTUN SIANG :
Berdendam petir dimalam kelam,
kilat terpancar membelah mega.
Badan Bekerja siang dan malam,
'tuk cukupi nafkah keluarga.
Berdegum bunyi jatuh parasut,
parasut terbuat dari kasa.
Badan letih fikiran kusut,
umur bertambah tanpa terasa.
Kepodang menepi di pohon manggis,
ranting patah kepodang korban.
Kadang hati ingin menangis,
ratapi betapa beratnya beban.
Bulan meredup suramlah asa,
langkah derita telah ditempuh.
Beratnya hidup makin terasa,
padahal tulang mulai rapuh.
Sesal dahulu pendapatan,
itu nasehat orang dahulu.
Selama hidup dikandung badan,
menahan perih dan hati pilu.
Awan menepi hujanpun reda,
mentari redup datanglah senja.
Kujalani hidup sabarlah sudah,
biar kuterima adanya saja.
Menangis pilu burung merpati,
pasangan mati hatinya lara.
Menahan perih didalam hati,
betapa berat tiada terkira.
Inderalaya, Larut Malam 4 Desember 2010
Al Faqir
Oleh
Hamdi Akhsan.
PANTUN KANGEN
Terbanglah terbang hai kumbang mayang,
arungi rimba tiada bertepi.
Siang terbayang malam terkenang,
rinduku padamu bertemu sepi..
sudah gaharu cendana pula,
sudah tahu bertanya pula.
Sudahlah tempua bersarang rendah,
sudah terasa masih dikata.
Sedihlah sedih si burung pungguk,
rindukan bulan sepanjang masa.
Andainya dulu engkau mengangguk,
tak perlu aku berputus asa.
Pulanglah pulang Anakku sayang,
peluklah bunda yang sudah renta.
Mengapa dulu tidak kau bilang,
kau biarkan cintaku menjadi patah.
tajamlah tajam duri melati,
menusuk halus menoreh luka.
rasa terhujam dalam dihati,
ingat padamu hadirkan duka.
Menjerit-jerit si anak onta,
dikejar oleh tukang pedati.
itulah beratnya derita cinta,
rindukan dia sampai ke mati.
Tersengat pilu rusa betina,
kekasih hilang ditembak penjahat.
Teringat padamu hatiku merana,
semoga kelak bersama di akherat.
PANTUN NASEHAT
Terasa perih karena disebat,
disebat kuat dengan cemeti.
Terima kasih para sahabat,
nasehat anda sungguh berarti.
Niat jahat perlu dihadang,
secara santun serta berisi.
Nasehat sahabat lama di Padang,
sampiran pantun kurang serasi.
Cerita durhaka si Malin Kundang,
terkenal sejak zaman bahari.
Carilah berita sebelum komentar,
agar salah tidak dicari-cari.
PANTUN NASEHAT PAGI DAN LANJUTAN KANGEN
Anak rajawali bersayap indah,
cakarnya tajam merobek membelah.
Awali pagi dengan Bismillah,
'tuk jalani hidup karena Allah.
Anak domba makan zaitun,
petani marah lampu disorot.
Berlomba nasehat dengan pantun,
itulah dakwah fastabiqul khoirot.
Daeng Matta tinggal di Palu,
hijrah bersama ke tanah langkat.
Dengan Bismillah ingat selalu,
hidup bahagia akan didapat.
Menangkap rejam menebar sauh,
sauh dilempar terkait batu.
Mata terpejam fikiran jauh,
menembus ruang melipat waktu.
Ranting patah daunnya lebat,
dahan mati daun terkulai.
Rindu dimata bertemu obat,
rindu dihati bagaikan badai.
sungguh asam buah mengkudu,
dipakai obat agar perkasa.
sama-sama menanggung rindu,
apalah gunanya kalau tersiksa.
PANTUN SIANG :
Berdendam petir dimalam kelam,
kilat terpancar membelah mega.
Badan Bekerja siang dan malam,
'tuk cukupi nafkah keluarga.
Berdegum bunyi jatuh parasut,
parasut terbuat dari kasa.
Badan letih fikiran kusut,
umur bertambah tanpa terasa.
Kepodang menepi di pohon manggis,
ranting patah kepodang korban.
Kadang hati ingin menangis,
ratapi betapa beratnya beban.
Bulan meredup suramlah asa,
langkah derita telah ditempuh.
Beratnya hidup makin terasa,
padahal tulang mulai rapuh.
Sesal dahulu pendapatan,
itu nasehat orang dahulu.
Selama hidup dikandung badan,
menahan perih dan hati pilu.
Awan menepi hujanpun reda,
mentari redup datanglah senja.
Kujalani hidup sabarlah sudah,
biar kuterima adanya saja.
Menangis pilu burung merpati,
pasangan mati hatinya lara.
Menahan perih didalam hati,
betapa berat tiada terkira.
Inderalaya, Larut Malam 4 Desember 2010
Al Faqir
Air mata dibuang jangan
Memikirkan urusan dunia
Sungguh indah hidup beriman
Apa yg datang tak ada kecewa
...Bila ingat kekasih hati
Sering berkayal tak menentu
Lebih baik mengingat mati
Allah selalu melindungi mu
Tak kupikir hidup esok hari
Yakin Allah memberi reseki
Bersama-Nya kusibukkan diri
Karena ku yakin tak memiliki
Aku juga tidak dimiliki
Tak perlu kecewa mengantui
Ku jaga selalu hati
Agar tidak disakiti
Oleh mereka yg tak peduli
Semua Allah yg punya
Apa yg datang ketentua-Nya
Apa yg dibuat krn-Nya
Itulah Tuhan ku Zat yg Mula
Sedih hati ku tidak terkira
Masih juga lalai perintah-Nya
Bila mati tiba-tiba
Menyesal diriku selamanya
Memikirkan urusan dunia
Sungguh indah hidup beriman
Apa yg datang tak ada kecewa
...Bila ingat kekasih hati
Sering berkayal tak menentu
Lebih baik mengingat mati
Allah selalu melindungi mu
Tak kupikir hidup esok hari
Yakin Allah memberi reseki
Bersama-Nya kusibukkan diri
Karena ku yakin tak memiliki
Aku juga tidak dimiliki
Tak perlu kecewa mengantui
Ku jaga selalu hati
Agar tidak disakiti
Oleh mereka yg tak peduli
Semua Allah yg punya
Apa yg datang ketentua-Nya
Apa yg dibuat krn-Nya
Itulah Tuhan ku Zat yg Mula
Sedih hati ku tidak terkira
Masih juga lalai perintah-Nya
Bila mati tiba-tiba
Menyesal diriku selamanya
(Pantun orang miskin,anak rantau,pantun religi,pantun nasehat,pantun patah hati)
Oleh
Hamdi Akhsan
PANTUN ORANG MISKIN. (26/7/2010)
Gemericik bunyi air mengalir,
mengalun indah membentuk nada.
Terusik jiwa rasa terusir,
kala ditengah orang berada.
Meruncing tinggi bukit menoreh,
berkabut basah semak berduri.
Mencari pagi dimakan sore,
baju basahpun kering sendiri.
Bulan sebelas pergi ke Mekkah,
ketika pulang hanya sendiri.
Bukannya malas mencari nafkah,
tapi sudah nasibnya diri.
Buah mengkudu masaknya jatuh.
diambil boleh dibuang jangan.
Bukannya hidup selalu tersentuh,
tapi sudah suratan tangan.
Hamdi Akhsan PANTUN PERANTAU.(27/7-2010)
Ramai kenduri habislah sudah,
tinggallah sepi orang berlalu.
Daku kan pergi tinggalkan bunda,
hantarlah doa suci selalu.
Alangkah harum baunya pandan,
dipakai campuran bunga melati.
Ananda pergi membawa badan,
berharap rezeki akan menanti.
Dijual renda setiap pekan,
dipakai untuk menutup peti.
Doa ibunda nanda harapkan,
agar jalanku kan diberkati.
Ke pulau putri belibis putih,
setelah petang pulang ke sarang.
Kalaulah pandai meniti buih,
selamat badan ke seberang.
Ingin kuambil sekarung arang,
untuk dipakai membakar duri,
agar tak tertusuk orang yang lalu.
Ingin berhasil ditanah orang,
Sanak cari saudara cari,
Induk semang cari dahulu.
Serati berenang di tepi danau,
sepasang bangau diam berdiri.
Sakit senang hidup dirantau,
sedu sedan ditelan sendiri.
Orang ogan pergi ke hilir,
ingat selalu dusun di ulu.
Selama air masih mengalir,
tetaplah tabah sabar selalu.
Gunung meratus di kalimantan,
gunungnya tinggi berimba lebat.
Terputus nyawa sudah suratan,
Berakhir rantau didalam taubat.
Makannya kuda berbahan dedak,
dedak dicampur rumput berduri.
Didalam dada seakan meledak,
didepan tampak kokoh berdiri.
Khatib berdiri ucapkan salam,
salam dijawan oleh jamaah,
Serasa duri serasa sekam,
kala masalah datang melimpah.
Menunggu sejenak anakpun lahir,
karena meminum rumput fatimah.
Semoga hidup kelak berakhir,
dengan panggilan husnul khotimah.
Merpati terbang orangpun usil,
sarangnya hancur terkena galah.
Mereka yang tangguh akan berhasil,
orang yang lemah menjadi kalah.
Berdayung ke pulau ombaknya deras,
mengangkat sauh para kerani.
Walaupun merantau hidupnye keras,
janganlah hilang hati nurani.
PANTUN PAGI.(28/7-2010)
Sinar mentari bersinar cerah,
menyambut pagi datang menjelang.
Awali hari semangat membara,
moga dirahmati sampai ke petang.
Awan datang cahya pun redup,
hari yang cerah menjadi mendung,
Seakan membayang akhirnya hidup,
hendaklah berguna hayat dikandung.
Mentari cerah petani senang,
padinya subur indah menguning.
Sadari hidup susah dan senang,
seperti hasil dalam bermain.
Lentera redup padamlah sudah,
malampun gelap dingin semilir.
Jalani hidup sepanjang usia,
bagai ikuti arus mengalir.
Merpati muda terbang gembira,
terbangnya tinggi jauh melayang.
Selagi muda semangat membara,
setelah senja banyak terkenang.
Orang semendo pergi ke ladang,
bertanam padi tanahnya subur,
Jalani hidup tetaplah riang,
buatlah derita dalam terkubur.
PANTUN MAKAN SIANG.(28/7-2010)
Selentang satin ditarik kencang,
pengikat besi yang sudah lapuk.
Pindang patin rebusan kacang,
sambal terasi tambah kerupuk.
Berlenggak lenggok penari selendang,
tak hati-hati kaki tersantuk.
Duduk selonjor perut kenyang,
angin semilir mata mengantuk.
Gemerendang bunyi roda pedati,
dipakai orang daerah pelosok.
Kenyang perut senanglah hati,
semoga begini sampai ke besok.
Talang kemang dekat makrayu,
tempat kalangan hari selasa.
Sambal kemang dari sekayu,
dimakan dengan dendeng rusa.
Suasa disepuh tembaga melinang,
seperti emas indahnya patut.
Serasa dak sanggup menahan kenyang,
sintak terkerak tekan tekentut.
PANTUN PAGI.(29/7-2010)
Pagi cerah bersinar mentari,
Terbit di timur terus ke barat.
Hidup mulia hari dicari,
untuk bekal dunia akherat.
Orang lontar pergi kelana,
merantau belajar ilmu mengukir.
Orang hidup harus berguna,
sampai kelak nyawa berakhir,
Murai berkicau pagi bermula,
menyambut riang sinar mentari.
Mulailah hidup dengan bismillah,
moga berkah iringi hari.
PANTUN RELIGI .(30/10-2010)
Menjangan kecil bundanya hilang,
dikejar jatuh kedalam perigi.
Mentari redup petang menjelang,
tercatat amal sehari lagi.
Ayam bekisar hidup dihutan,
suaranya nyaring sudahlah jelas.
Sebesar apapun amal perbuatan,
pastilah kelak akan dibalas.
Anak siamang main dirimba,
ditangkap pemburu lalu dikebat.
panjatkan doa sambil menghiba,
semoga diterima mintanya taubat.
PANTUN PATAH HATI.(31/07-2010)
Pergi bertandang ke lubuk rukam,
ke rumah orang untuk kenduri.
Nasi dimakan serasa sekam,
air diminum serasa duri.
Belilah gelas barang selusin,
kalaulah pecah tidak meminta.
Nasi dimakan terasa asin,
tercampur dengan si air mata.
Sembuhnya demam muncul keringat,
setelah dingin mandi bidara.
Setiap saat selalu teringat,
hancur didalam tidak terkira.
Terasa kenyal si buah kabung,
dimakan dengan campuran pati.
Patah kayu bisa disambung,
patahnya hati tak ada ganti.
Orang palembang membeli beras,
dimasak dengan dandang kuali.
Sakit didalam sangat membekas,
tak mungkin lagi pulih kembali.
Kepala pening bukanlah bodoh,
tapi karena umur sudah tua.
Kalau memang sudah jodoh,
diakherat nanti kita bersua.
Rakit dibuat di teluk permata,
untuk dipakai pencari udang.
Sakitnya siksa karena cinta,
bagai pukulan seribu pedang.
Rakit berjasa dimasa lalu,
dipakai orang menjual madu.
Sakitnya rasa bagai sembilu,
pahitnya bagai rasa empedu.
ambillah ragi dibatang buluh,
ambil setetak diremas-remas.
dia yang pergi biar berlalu,
kelak suasa berganti emas.
Inderalaya 20 November 2010
Al Faqir
Hamdi Akhsan
(Bunga Rampai berbagai Aspek)
Oleh
Hamdi Akhsan
Minggu 1 (1-7/2-2010)
pegi ke pulau nanggok udang,
hala lupe makai telasan.
ade ilmu yang nak diadang,
mangke dijagal gadis belasan.
masak bubur sampai ndideh
dikudak sampai ahi siang
aku nanges bukan bersedih
karene bisul teantok tiang
anak tupai dipucuk dugan,
sambil melirik mukenye masam.
Banyak nian gadis ulugan,
yang lah dek tau mbuat pekasam.
mbeli kacang di sambirate,
dibawe ke talang duku.
gadis bisulan pucok mate,
bujang bisulan dibuku siku.
jalan-jalan ke air gading,
hala lupe mbawe kacemate.
alangkah lemak bejalan miring,
tanah tebing tehase rate.
ikan belut tempatnye bencah,
masok ke dalam ayah tawar.
belahi bukan ndai bisul pecah,
tapi karene tekincit diseluar.
ngundang balam ke pelalawan,
nak ditukar nggok burung bulbul.
bukan tejegil oleh melawan,
tapi tetegok ijat kebiul.
pegi beubat ke tukang uhut,
ngundang setandan pisang udang.
walau malam betambah larut,
mamang nggok ibung pegi dan datang
budak kecek mising bepatun,
tangan dikecak muke diadap.
Gades ugan dek pacak bepantun,
tapi hase kupinye sedap.
Pegi ke ume ahi lah petang,
hepas dilangai dapat tugang.
kalu raje pantun lah datang,
segale prajurit tunggang langgang,
Pegi mikat ke padang bindu,
membawe ibat tige ikat.
umak bapak harus dihindu,
mangke idup kite selamat
MINGGU KE-2 (8-15/2-2010)
tangan seliu ditendang kuntau,
dibawe pegi ke tukang uhut.
walau badan jauh dirantau,
kate umak bapang dituhut
burung pipit mati tegimpit,
anak ayam mencicit-cicit.
amen durhake idup kan sempit,
alamat sare tejehit-jehit
pegi kume dimalam pekat,
bejalan malam kedusun surau.
petande idup kite berkat,
keluarge diurus sanak dipantau
umak memetik buah pehie,
dibuat ulam gulai tape.
mangke idup kite mulie,
sembayang malam janganlah lupe
Batin membawe kerite mini,
datang ke pasar rakse jiwe.
amen pacak ngipokkan bini,
senanglah ati jeme tue.
anak selimang dibawah batu,
batu diangkat selimang lahi.
anak umang harus dibantu,
supaye berkat sepanjang ahi
ujan di ulu dusun belandang,
nganyutkan dusun di ulak bancah.
kalu sang mamak telah datang,
ribuan pantun tertumpah ruah.
pantun ini pantun nasehat ,
pembawe ujar-ujar hidayat ,
supaye idup kite selamat,
sampai isok diakhir hayat.
beli udang dimasak cuke,
dicampur dengan daun bedare.
bujang bedengkang artinya perjake,
selalu dicari anak dare.
pengiran datang bawa bendera,
menghunus pedang merentak pencak.
kenalan sendiri hai anak dara,
supaya yang lama tidak tercampak.
daun pandan harum embaunye,
dipakai dengan bunge melati.
diputus sikok cari gantinye.
diputus gale setengah mati.
kalau tuan pergi kalangan,
jangan lupe mbawe selepe.
kalau tuan jeme ugan nian,
sambutlah pantun mamang sekate.
pegi merantau ditengah dalu,
lewat dari dusun mendingin.
amen hindu dusun di ulu,
bacelah pantun sambil ning muning.
pegi betamu sulohkan tangan,
tangan digenggam senyum ditebar.
kalu ponaan lum ade pasangan,
mamakne dakagam nak nunggu kabar.
anak umang pegi ke sawah,
membawe ibat bekuah cuke.
alamat badan kite betuah,
ati lapang sampai nggok tue.
ayam jantan tumbuh jalu,
ayam betina berkotek lantang.
azan subuh bertalu-talu,
alamat panggilan sude datang.
anak dare ngomongnya santun,
membawe talam tangan due.
ngape pagi sude bepantun,
palak pening tanggal tue.
mamang merande ke dusun surau,
membawe lading untuk penjage.
memang sare idup dirantau,
dek katik sanak ye nulung juge.
jambu ayah nimpe kepale,
dimakan anak gadis besanggul.
jeme ugan mesanak gale,
jangan dipisah jangan diinggul
jarak ditanam jangan ditengah,
pembatas ume kite betige.
jaoh parak bukan pemisah,
yang penting ati pepadu juge.
ikan betulu palaknye jambul,
dimasak panggang ulamnye petai.
kutunggu-tunggu katik yang nimbul,
tepakse aku berenti kudai
meniup tungku bertanak nasi,
ayah dituang kedalam kendi.
sehari sudah saling mengisi,
permisi tuan aku nak mandi
anak dara dijaga mahe,
lahi sembunyi dalam bilek.
amen bepantun dekde terahe,
behas di karung lah abis pulek.
pengiran ugan mandi di ulu,
ngundang bulo mbuat lanting.
makmane ati dek kan pilu,
dirumah tinggal behas secanting.
Pegi ningkok ke karang lantang,
ngundang dipulut awan hagi.
kalau raja pantun telah datang,
alamat yang lain dak behani lagi
cakah tiram ke laut bande,
dapat mutiara didalam peti.
syukur itu adalah pertande,
die si hamba yang rendah hati
Pelepah pisang pembungkus lemang,
dibawe kume tengah ahi.
men ade ye maseh nyambut mamang,
kihimlah pantun pelipur hati
Ulaklebar sawahnye subur,
ditanam padi semusim ahi.
patah tulang bisa diukur,
patah hati carilah ganti.
Inderalaye,22 November 2010
Jeme Ugan
Hamdi Akhsan
Oleh
Hamdi Akhsan
Minggu 1 (1-7/2-2010)
pegi ke pulau nanggok udang,
hala lupe makai telasan.
ade ilmu yang nak diadang,
mangke dijagal gadis belasan.
masak bubur sampai ndideh
dikudak sampai ahi siang
aku nanges bukan bersedih
karene bisul teantok tiang
anak tupai dipucuk dugan,
sambil melirik mukenye masam.
Banyak nian gadis ulugan,
yang lah dek tau mbuat pekasam.
mbeli kacang di sambirate,
dibawe ke talang duku.
gadis bisulan pucok mate,
bujang bisulan dibuku siku.
jalan-jalan ke air gading,
hala lupe mbawe kacemate.
alangkah lemak bejalan miring,
tanah tebing tehase rate.
ikan belut tempatnye bencah,
masok ke dalam ayah tawar.
belahi bukan ndai bisul pecah,
tapi karene tekincit diseluar.
ngundang balam ke pelalawan,
nak ditukar nggok burung bulbul.
bukan tejegil oleh melawan,
tapi tetegok ijat kebiul.
pegi beubat ke tukang uhut,
ngundang setandan pisang udang.
walau malam betambah larut,
mamang nggok ibung pegi dan datang
budak kecek mising bepatun,
tangan dikecak muke diadap.
Gades ugan dek pacak bepantun,
tapi hase kupinye sedap.
Pegi ke ume ahi lah petang,
hepas dilangai dapat tugang.
kalu raje pantun lah datang,
segale prajurit tunggang langgang,
Pegi mikat ke padang bindu,
membawe ibat tige ikat.
umak bapak harus dihindu,
mangke idup kite selamat
MINGGU KE-2 (8-15/2-2010)
tangan seliu ditendang kuntau,
dibawe pegi ke tukang uhut.
walau badan jauh dirantau,
kate umak bapang dituhut
burung pipit mati tegimpit,
anak ayam mencicit-cicit.
amen durhake idup kan sempit,
alamat sare tejehit-jehit
pegi kume dimalam pekat,
bejalan malam kedusun surau.
petande idup kite berkat,
keluarge diurus sanak dipantau
umak memetik buah pehie,
dibuat ulam gulai tape.
mangke idup kite mulie,
sembayang malam janganlah lupe
Batin membawe kerite mini,
datang ke pasar rakse jiwe.
amen pacak ngipokkan bini,
senanglah ati jeme tue.
anak selimang dibawah batu,
batu diangkat selimang lahi.
anak umang harus dibantu,
supaye berkat sepanjang ahi
ujan di ulu dusun belandang,
nganyutkan dusun di ulak bancah.
kalu sang mamak telah datang,
ribuan pantun tertumpah ruah.
pantun ini pantun nasehat ,
pembawe ujar-ujar hidayat ,
supaye idup kite selamat,
sampai isok diakhir hayat.
beli udang dimasak cuke,
dicampur dengan daun bedare.
bujang bedengkang artinya perjake,
selalu dicari anak dare.
pengiran datang bawa bendera,
menghunus pedang merentak pencak.
kenalan sendiri hai anak dara,
supaya yang lama tidak tercampak.
daun pandan harum embaunye,
dipakai dengan bunge melati.
diputus sikok cari gantinye.
diputus gale setengah mati.
kalau tuan pergi kalangan,
jangan lupe mbawe selepe.
kalau tuan jeme ugan nian,
sambutlah pantun mamang sekate.
pegi merantau ditengah dalu,
lewat dari dusun mendingin.
amen hindu dusun di ulu,
bacelah pantun sambil ning muning.
pegi betamu sulohkan tangan,
tangan digenggam senyum ditebar.
kalu ponaan lum ade pasangan,
mamakne dakagam nak nunggu kabar.
anak umang pegi ke sawah,
membawe ibat bekuah cuke.
alamat badan kite betuah,
ati lapang sampai nggok tue.
ayam jantan tumbuh jalu,
ayam betina berkotek lantang.
azan subuh bertalu-talu,
alamat panggilan sude datang.
anak dare ngomongnya santun,
membawe talam tangan due.
ngape pagi sude bepantun,
palak pening tanggal tue.
mamang merande ke dusun surau,
membawe lading untuk penjage.
memang sare idup dirantau,
dek katik sanak ye nulung juge.
jambu ayah nimpe kepale,
dimakan anak gadis besanggul.
jeme ugan mesanak gale,
jangan dipisah jangan diinggul
jarak ditanam jangan ditengah,
pembatas ume kite betige.
jaoh parak bukan pemisah,
yang penting ati pepadu juge.
ikan betulu palaknye jambul,
dimasak panggang ulamnye petai.
kutunggu-tunggu katik yang nimbul,
tepakse aku berenti kudai
meniup tungku bertanak nasi,
ayah dituang kedalam kendi.
sehari sudah saling mengisi,
permisi tuan aku nak mandi
anak dara dijaga mahe,
lahi sembunyi dalam bilek.
amen bepantun dekde terahe,
behas di karung lah abis pulek.
pengiran ugan mandi di ulu,
ngundang bulo mbuat lanting.
makmane ati dek kan pilu,
dirumah tinggal behas secanting.
Pegi ningkok ke karang lantang,
ngundang dipulut awan hagi.
kalau raja pantun telah datang,
alamat yang lain dak behani lagi
cakah tiram ke laut bande,
dapat mutiara didalam peti.
syukur itu adalah pertande,
die si hamba yang rendah hati
Pelepah pisang pembungkus lemang,
dibawe kume tengah ahi.
men ade ye maseh nyambut mamang,
kihimlah pantun pelipur hati
Ulaklebar sawahnye subur,
ditanam padi semusim ahi.
patah tulang bisa diukur,
patah hati carilah ganti.
Inderalaye,22 November 2010
Jeme Ugan
Hamdi Akhsan
(Pantun Ulang Tahun,Pantun Nasehat, Pantun Pengetahuan Bumi Antariksa)
Oleh
Hamdi Akhsan
Senin 1/3-2010, Pantun Ulang Tahun
Halia serumpun dibuat obat,
setelah itu duduk bersila.
Selamat Ulang Tahun Sahabat,
Semoga hidupmu diridhoi Allah.
Pandai-pandai kera melompat,
sekali-kali jatuh ke bawah.
Pandai-pandailah syukuri nikmat,
agar kebaikan selalu ditambah.
jembatan curup patah di ulu,
membuat jauh jarak yang dekat.
Jalani hidup ingat selalu,
kalau kematian semakin dekat.
negeri lengkiti belok ke kiri,
ibu kotanya tanjung lengkayap.
nasehat tuan bijak bestari,
agar di dunia selalu insyaf.
lubuk jaya kecamatan ulu,
pecahan dari pengandonan.
yang kaya jangan mentang-mentang dulu,
yang tiada jangan banyak keluhan.
Pantun Religi Selasa (2/3-2010)
gemercik suara air mancur,
keliling dihias lampu temaran.
Gemeratak patah tulang hancur,
karena tergencet dinding kuburan.
beranda dibuat dibawah atap,
untuk bersantai di senja hari.
hamba yang menunda taubat
meratap, kala sakaratul maut terjadi.
sakit menahun hendaklah taubat,
bagikan infak untuk penghadang.
sakaratul maut sangatlah dahsyat,
bagaikan pukulan seribu pedang.
Tembaga panas berwarna merah,
ke pandai besi untuk palu.
Tiada guna airmata darah,
kala masa taubat sudah berlalu.
cahaya senja mulai redup,
pertanda petang tlah memanti.
tabungan iman dimasa hidup,
akan dituai di akhir nanti.
3/3-2010
PANTUN IPBA:METEOROLOGI DAN GEOFISIKA.
Tuan paduka wataknya alim.
cerdik cendekia bagai ulama.
Tahukah anda apa itu iklim?
iklim adalah cuaca rerata yang lama.
highlander pahlawan dari utara,
aneh wataknya berdarah dingin.
higrometer tuk ukur tekanan udara,
anemometer ukur kecepatan angin.
Azan terdengar di pedataran,
indah mendayu bagai pujangga.
Awan yang rendah asalnya hujan,
itulah comulus orang membangga.
berkilometer tanpa terasa,
hingga sampai di pendakian.
barometer untuk tekanan biasa,
higrometer tekanan karena ketinggian.
pergi ke sungai membawa nasi,
pantang dimakan sebelum kelaparan.
bagi yg ingin partisipasi,
pantun ini untuk mata pelajaran.
LANJUTAN PANTUN IPBA (4/3-2010)
tangga nada bunyi serius.
dilatih perlu setiap hari.
tahukah ananda planet merkurius?
dia terdekat dengan matahari.
campa negeri bermusim semi,
ada angkorwat sebagai magnit.
cahaya matahari ke bumi,
butuh waktu delapan menit.
tuanku pangeran haturkan bakti,
dihadpan bunda yang bahagia.
tahukah anda jejari bima sakti?
dua milyar tahun cahaya.
TOPIK:IPBA (BATUAN)
Bunda dipertuan dipanggil umi,
umi datang haturkan salam.
Batuan yang beku didalam bumi,
uniknya disebut batuan beku dalam.
Bantuan merubah nasib orang lain,
Dikenal dermawan&tersohor.
Batu yang berubah dari yang lain,
Dikenal dengan batuan metamorf.
insan hidup butuh bantuan,
bantuan yang bukan sambil lalu.
intan terbentuk dalam batuan,
batuan yang panas di masa lalu.
Pantun Pagi (5/3-2010)
ayam menyangkar dihari petang,
berlari berjajar dekati daku.
adzan subuh telah datang,
bangunlah engkau hai saudaraku.
Orang ogan mudik ke ulu,
agar hati tidak berkarat.
hiduplah dalam iman selalu,
agar bahagia dunia akherat.
kayu kitau dipasang pita,
pita dipakai hiasan pernikahan.
kami dirantau nunggu berita,
berita kapan reunian dilaksanakan.
PANTUN SORE (5/3-2010) ANAK RANTAU
Jalinan kawat dibuat kasa,
penutup kolam dari berang berang.
hidup merantau banyak dirasa,
pahit getir ditelan seorang.
salam ta'zim negeri di hilir.
pangeran sampaikan dengan santun.
selama air ogan mengalir,
putra ulu tak habis pantun.
dayung perahu diujung depan,
agar terhindar kapal timah.
diujung malam terucap harapan,
agar dihindarkan dari suul khotimah.
PANTUN RELIGI (6/3-2010)
berbondong ke bangka mencari timah,
digali tanah untuk ditadah.
bagimana ciri husnul khotimah?
dipanggil cepat caranya mudah.
Syukur alhamdulillah kata beradab,
kepada Robb pencipta alam.
Setelah fajar datang menghadap,
Kau tambah umur hamba satu malam.
yasin terdengar mengalun nyaman,
seiring doa khusuk sang tamu.
ya Allah...hidupkan kami dalam iman,
sertakan kami dalam rahmat-Mu.
7/3-2010 PANTUN SEDIH
nonton pesta di lubuk rukam,
singgah sebentar untuk kenduri.
nasi dimakanserasa sekam,
tarikan nafas terasa duri
malam minggu nonton wayang,
wayang golek dimainkan dalang.
semangat hidup rasa melayang,
badan dak putus dirundung malang.
anak selimang mudik ke ulu,
sampai diulu terkena jala.
andai mamang pegi dahulu,
mohon ponaan kirimkan do'a.
wajan dijemur diatas atap,
harapan kering kena mentari.
wajah tersenyum mata menatap,
hancur didalam tiada terperi.
naik kereta dari kertapati,
berhenti sjenak di peninjauan.
niat ditanam didalam hati,
badan melakukn amal perbuatan.
naik kereta membawa talas,
talas dicampur umbi sila.
niat berharga karena ikhlas,
benarnya perbuatan berbuah pahala.
hamparan buah di kepayang,
dijual borongan ke lunggayan.
hidup didunia banyak disayang,
setelah mati selalu dikenang.
ke palembang naik rakit,
sampai di benteng rakit dikebat.
Kalau badan terasa sakit,
apa nian kan jadi obat?
kelapa muda hanyut ke hilir,
ikuti arus dengan pasrah.
keringat mamang terus mengalir,
pertanda panas keluar sudah.
sukajadi di ogan ulu,
suka pindah jauh di ilir.
segala tulang serasa ngilu,
sendi-sendi rasa terkilir.
bulan muda enak di pandang,
terpandang pada malam senin.
bukan sengaja mamang begadang,
terbangun oleh nyamuk berdenging.
tenda pramuka dipasang tanda,
kesana siaga mendapat uji.
tanda semangat masih muda,
ingin berangkat naik haji.
demang berdiri ditempat imam,
segala kata terdengar sulit.
dak enak nian badan demam,
segala yang enak terasa pahit.
bukan kakaktua pakai azimat,
tapi belajar pada tempua.
bukan karena dendam kesumat,
tapi digigit nyamuk cikungunya.
berdandan delman mengganti ban,
ban diganti dengan yang baru.
badan demam kebanyaan beban,
ditambah pula penyakit paru.
Inderalaya, 23 November 2010
Al Faqir
PANTUN-PANTUN PEMBELAJARAN SAINS-I (1-15 MARET 2010)
Posted by Marchsada
Tag :
pantun,
syair pak hamdi
(Fisika Modern,Fluida,Listrik Magnet,Momentum,Gaya, Tubuh Manusia, dan lain-lain)
Oleh
Hamdi Akhsan
PANTUN FISIKA MODERN
Beli radio merk politron.
radio dibeli untuk didenger.
Untuk tahu prilaku elektron,
belajar persamaan Schroedinger.
lubuk dalam dirantau alai,
kesana pemancing berekreasi.
lambang garpu adalah swanilai,
karenanya harus ternormalisasi.
sang guru mengajar organisasi,
untuk pengurus osis disitu.
supaya garpunya ternormalisasi,
buat integral kuadratnya satu.
ke pasar tuan membeli peti.
untuk dipakai menyimpan beras.
kalau tuan sudah mengerti,
uraikan persamaan partikel bebas.
TOPIK : TUBUH MANUSIA.
tempe dimasak didalam wadah,
sebagai bekal berburu rusa.
tahukah ananda fungsi lidah?
sebagai alat pengecap rasa.
jauh sawah bertanamam padi,
padi ditanam dikampung bali.
jalur utama pembuluh nadi,
pembuluh balik jalur kembali.
cahaya mentari datangnya pagi,
mentari siang panas menggelitik.
cara mekanik dikunyah gigi,
memindahkan di usus gerak pristaltik.
mang ujuk makai seluar kuning,
seluar dipakai main tamia.
masuk mulut putih keluar kuning,
itu karena reaksi kimia.
kabar da'jal sudah tertentu,
akan sebarkan hawa amarah.
kalau ginjal sudah berbatu,
air kencingpun bercampur darah.
air kelapa membikin lemas,
menjadi medium malaria tumbuh.
airmata anda jadi pelumas,
melindungi dari gesekan tubuh .
hutan paling luas di kalimantan,
di hutan banyak laba-laba,
apa fungsinya tangan,
tangan berguna untuk meraba.
dihutan bernyanyi burung budbud,
bernyanyi pilu terdengar sedih.
dikepala akang dikasih rambut,
biar otak tidak mendidih.
singa gurun wataknya ganas,
raja rimba dianggap enteng.
selain untuk pelindung panas,
rambut bikin si akang ganteng.
TOPIK 3 : TUBUH MANUSIA,
suara mercon bunyinya nyaring,
dipakai untuk mengambil madu.
supaya racun bisa disaring,
diberi kita sepasang empedu.
Bertapa malam di situ gintung,
berlomba terbang si kelelawar.
betapa pentingnya guna jantung.
memompa darah masuk keluar.
pencuri di arab dihukum dera,
mata ditutup cambuk menggelegar.
fungsi dari dua panca indera.
mata melihat telinga mendengar.
ke pasar pergi membeli bubur,
bubur ditamakan pada jam tujuh.
kalau mata sudah kabur,
mamang pake kacamata jauh.
jalan kaki ke pedataran.
masuk jalan harus berjejer.
jangan tuan merasa heran,
masuk genjer keluar genjer.
terong dimasak campur tahu,
dikasih potongan daging ati.
tolong ajari mereka yang tahu,
beda sakit lever dan sakit hati.
RANTAI MAKANAN, KOMUNITAS & SIMBIOSIS.
kalau berkemah memasang tenda,
tenda dipasang di halaman.
Kalau tikus sudah tiada,
alamat dapur ibu tak aman .
membuat tapai dengan ragi,
ragi ditumbuk ditebar rata.
mengapa elang tiada lagi,
ribuan tikus habis dibunuh.
seruling kereta ada didepan,
berbunyi nyaring sampai terkejut.
saling memakan dalam kehidupan,
rantai makanan itu disebut .
seiring malam mentari redup,
seram terdengar suara burung butbut
saling untungkan antar yang hidup,
simbiosis mutualisme itu disebut.
sifat lumut di hutan basah,
hidupnya seperti hewan pemalu
sifat hidup yang getah basah,
itulah contoh tanaman benalu.
layang-layang terbang di angkasa,
menembus hujan yang memancur.
cakar elang yang perkasa,
mencabik makanan sampai hancur.
kangen kelapa diambil naik,
jatuh setandan berkaparan.
kalau tiada kerbau yang baik,
burung jalak akan kelaparan.
CIRI MAKHLUK HIDUP TERTENTU
hiasan akhlak dak pernah lekang,
memandang manusia sama rata.
Hewan yang punya tulang belakang,
mamang panggil dia VERTEBRATA.
ke pasar membeli tikar selembar,
tikar dipakai tidur anak.
kalau hewan berkuping lebar,
pasti berkembang dengan beranak.
kalau tuan pergi ke hulu,
jangan lupa membawa tikar,
kalau beranak dari dahulu
disebut dengan hewan vivivar.
ciamis tanahnya rata,
berkelok jalan ke cisarua.
ciri utama vertebrata,
berkaki empat beranak jua.
burung belibis terbang tinggi,
menembus awan ke selatan,
beruang es digolongkan lagi,
sebagai hewan pemakan ikan.
ke pasar membeli minyak samin,
habis dipakai dimasak nyonya.
kalau ada yang ganti kelamin,
hewan belut contoh makhluknya.
kalau ujian jangan mengepek,
mengepek itu jelek hasilnya.
kalau pengen makan mpek-empek,
olahlah ikan pisces kerennya.
kalau ngantuk suka menguap,
terasa ngobrol jadi lama.
kalau tuan bisa menjawab,
tolong jelaskan gunanya tuma.
TOPIK : FISIKA MODERN (LANJUTAN)
Ujian kertas membuat jengkel,
sampai dirumah dibahas lagi.
Urusan dualitas gelombang partikel,
semua bagiannya relasi de broglie.
tertabrak mobil saat maraton,
berubat mahal walau gamang.
tabrakan elektron urusan compton,
tapi pantun urusan mamang.
dunia pantun tak ada intrik,
rakyatnya senang tidak monoto.
dijelaskannya efek foto listrik,
rasanya dengan energi foton.
komik bagus pahlawan panthom,
cerita hebat jadi hiburan.
kalau anda mau tau inti atom,
pelajari rutherford punya hamburan.
membeli teve merek politron,
teve dipakai untuk menghibur.
mau tau energi elektron?
bertanya langsung pada Neils Bohr.
dikejar ngebut jery oleh Tom,
lari ngacir didalam rumah.
dimana fungsi kulit atom,
disebut bilangan kuantum utama.
Ke pasar membeli kain batik,
mendapat kain merek tetoron.
bicara bilangan kuantum magnetik,.
muncul karena orbital elektron.
nyaring suara mulut si tuli,
ditempat jauh terdengar samar.
itulah bunyi prinsip pauli,
tidak ada dua elektron sekamar.
TOPIK 10 : FISIKA MODERN .
Kala Otonomi serba pintas,
Urusan banyak di kabupaten.
Kalau bertanya tentang relativitas,
Monggo langsung ke mbah einsten.
Dari rumah berdandan keren,
membawa anak yang keseleo.
Darimana membahas fisika moderen,
mulai dari transformasi gallileo.
celoteh anak ramai dikanal.
ada kursus untuk menggambar.
contoh kenisbian waktu terkenal,
adalah kasus paradox kembar.
membaca komik pahlawan panthom,
memiliki tenaga sekuat beton,
membahas tentang struktur atom,
mulailah dari donatnya dalton.
enak rasanya pindang ikan,
ikan diasam biar kesat.
ernest ruterford sudah buktikan,
inti berkumpul dititik pusat.
bergaruk gatal karna alergi,
alergi dengan anak jangkrik.
bagaimana foton berenergi,
diterapkan pada efek fotolistrik.
TOPIK 9 : MAGNET
Mendownload data pergi ke warnet,
warnet asing untuk petani.
Secara ilmiah disebut magnet,
magnet di kampung besi berani.
kawan iblis adalah setan,
setan mengajak dengan kreatif.
kutubnya magnet utara selatan,
bukan kutub positif negatif.
manis bubur bernama dawat,
dimakan dengan gula likat.
medan magnet disekitar kawat,
dinamakan hukum biot-savart.
harum parfum abege genit,
melenggak lenggok badannya kurus.
hukum lorentz tentang magnit,
membahas tarikan kawat berarus.
ayam betina berputar genit,
dekati jago yang masih muda.
ada beberapa bentuk magnit,
jarum batang dan tapal kuda.
harapan dicapai dengan militansi,
kerja keras jadi promotor.
hambatan lilitan disebut induktansi,
kapasitansi hambatan dalam kapasitor
TOPIK: SUHU DAN KALOR,
adik menunggu di penantian,
kapan kanda pulang ke hilir.
anda bertanya tentang pengertian,
Kalor adalah panas yang mengalir.
berburu nasib di negeri hilir,
itulah alasan dak mau balek.
bagimana prinsip panas mengalir,
itulah landasan dari azas black.
saat sholat hamba bersujud,
sujud memohon sambil bertaubah.
saat benda berubah wujud,
suhunya tidak bisa berubah.
beli telor untuk dimakan,
telor dimakan dengan teratur.
besarnya kalor yg diperlukan,
tergantung massa, kalor jenis, dan temperatur.
timbang cuka ditukar behas,
behas dimasak sayur ditumis.
termo dinamika akan membahas,
topik fluida statis dan dinamis.
cemara ditanam dihutan jati,
tebang sebatang untuk digesek.
ciri utama fluida sejati,
terkena dinding tidak bergesek.
anak ulat hinggap dibahu,
terbang dibawa angin senja.
apakah alat pengukur suhu,
termometer pasti namanya.
dataran tinggi airnya tawar,
diambil dari batu menitis.
kalau panas tidak keluar,
dinamakan orang reaksi adiabatis.
lain jalan ke sukapindah,
satu jalur ke ke sungai musi.
lain lagi kalau zat berpindah,
selalu dipakai istilah konveksi.
berperahu ke ulu musi,
perahu sama warna seragam.
berikut sifat aliran konduksi,
panas mengalir melalui logam.
ke ladang pergi membawa motor,
motor di tinggal di tendikat.
kata orang barat isolator,
isolator artinya adalah penyekat.
LANJUTAN LISTRIK.
santai bersama duduk di emper,
emper dari bambu yang kuat.
satuan arus adalah amper,
satuan daya adalah watt.
kolom dan baris ciri matriks,
itu matematika yang essensial.
berapa besarnya daya listrik,
tergantung arus dan potensial.
pangeran pergi dikawal cantrik,
pergi diawal musim dingin.
gimana bentuk energi listrik,
seperti contoh kipas angin.
belajar keras dimalam sunyi,
diiringi ole suara jangkrik.
bel adalah energi bunyi,
dirubah dari energi listrik.
anak gadis berbaju abang,
sama dengan warna seluar.
arus yang masuk ke suatu cabang,
sama saja dengan arus keluar.
TOPIK 7 : LISTRIK
kerajaan penuh dengan intrik,
anak raja pindah ke hilir.
kenapa ada arus listrik,
akibat muatan yang mengalir.
berhuma padi diulu dusun,
ke ulu dusun setengah hari.
bagaimana rangkaian disusun,
rangkaian disusun paralel dan seri.
ke sumur dengan ember berpegangan,
ember dicebur dgn terbalik.
kalau bertanya sumber tegangan,
ada searah & bolak-balik.
tukang becak memasang lotere,
lotere dipasang dapat motor.
sumber listrik searah adalah batere,
sumber listrik bolak-balik generator.
diilir dusun pedataran,
tempat orang berjual piring.
supaya jangan kebakaran,
jangan lupa memasang sekering.
TOPIK VI ; GETARAN DAN GELOMBANG.
genta dibeli hari selasa,
dipakai menghibur hati yang bimbang.
Getaran itu adalah pulsa,
bila beruntun jadi gelombang.
menjadi bimbang karena kesal,
kesal kepada pemuda binal.
menjalar lurus gelombang transversal,
melebar itu longitudinal.
rahwana pergi menculik sinta,
sinta dibawa ke negeri respati.
mengapa orang jatuh cinta,
karena adanya resonansi hati.
gadis membeli pernak-pernik,
untuk dipakai supaya cantik.
gelombang radio contoh mekanik,
cahaya gelombang elektro magnetik.
dimobil baru terasa keren.
gaya seperti selebritas.
dalam kajian fisika moderen,
gelombang punya sifat dualitas.
berlari dengan kuda serenggi,
ditembak pemburu berdentum-dentum.
bagi penggemar fisika tinggi,
gelombang dibahas mekanika kuantum .
sejuk terasa air bening,
untuk mencuci benda pusaka.
supaya jangan tambah pening,
sudahi dulu pantun fisika
Inderalaya, 23 November 2010
Al Faqir
Memang enak makan sosis
Lebih enak dicampur pasta
Jika kawan belajar elektrolisis
Jgn lp deret Volta
Lebih enak dicampur pasta
Jika kawan belajar elektrolisis
Jgn lp deret Volta
Pasangan selai pastilah roti
Roti dipanggang dg mentega
Hati2 melakukan titrasi
Amati trs sampai titik ekivalennya
Hati2 melakukan titrasi
Amati trs sampai titik ekivalennya
Pergi ke sumur membawa timba
Isikan air kedlm panci
Caranya unsur menjadi senyawa
Saling terikat pd elektron valensi
Tajam sungguh sipisau belati
Teriris tangan pastilah menangis
Salah satu faktor mempercepat laju reaksi
Dengan menambah bahan katalis
Malang sungguh nasibnya buaya
Diburu mati diujung badik
Sungguh rapi susunan unsur2 kimia
Tertata indah dlm tabel periodik
Jadi siswa jgnlah pasif
Jgn malu utk bertanya
Klu bicara sinar radio aktif
Pastilah terbayang sinar alpa beta n gamma
JELANG RAMADHAN,PANTUN ANAK JUMAT,PANTUN NASEHAT, DAN PANTUN RELIGI
Oleh
Hamdi Akhsan
PANTUN JELANG RAMADHAN
Bukan pelikan memakan tuba,
tapi ikan dalam perigi,
Bulan ramadhan segera kan tiba,
berkurang umur setahun lagi.
Petang-petang pergi ke taman,
tamannya indah rapi dan bersih.
Puasa bagi orang beriman,
bagai menyambut datangnya kekasih.
Jembatan patah jalannya putus,
dilanda dahsyat air mengalir.
Jalani ramadhan dengan tulus,
bagaikan bayi yang baru lahir...
Jelatang pohon yang tak berduri,
seperti kudis gatal melanda.
Jadikan siang menahan diri,
malampun habis untuk ibadah.
Sepuhan emas bukan suasa,
dipakai orang berhias diri.
Sebelum mulai hari puasa,
bersihkan hati bermaaf diri.
Bahan pulut dari kendari,
dipakai tangkap burung piaraan.
Menahan mulut disiang hari,
malam diisi baca alquran.
Sabang tetangga dengan malaysia.
rakyatnya baik berbudi santun.
Abang hanya orang biasa,
mengajar fisika senang berpantun.
Orang aceh pergi berjihad,
tinggalkan keluarga beserta harta.
Bukanlah remeh pantun sahabat
terpenggal rasa berisi kata.
Orang dusun pergi haji,
membawa ikan dan sambal basah ,
Kata tersusun rapi terpuji,
itulah tanda budi bahasa.
Tertegun paman depan beranda,
hatinya sedih burungnya mati.
Ciumlah tangan ayah dan bunda,
agar ramadhan jadi berarti.
Orang ogan pergi menuba,
ikannya mati anaknya mati,
Bulan Ramadhan segera kan tiba,
jadikan ia penerang hati.
Menebang buluh untuk belandar,
buluh disusun di pinggir jalan.
Moga bertemu Lailatul qodar,
agar berbalas seribu bulan.
PANTUN NASEHAT SIANG
Tebing terban longsor pun tiba.
hilanglah rumah kebun binasa.
Ketika uban mulai bertambah,
pertanda umur dekati masa.
Benderang hilang mentari redup,
habislah siang malampun datang.
Ramadhan penerang hati yang hidup,
memberi bekal diri sebatang.
Orang dahulu pernah berpesan,
teteskan mata kala berpinta.
Agar Allah beri kasihan,
dihari kelak tak menderita.
Berandai-andai bukanlah pesan,
karena bisik dari sang iblis.
Orang yang pandai pantunnya lisan,
tapi mamang cuma menulis.
Beras solok masaknya basah,
enak dimakan enak dibubur.
Beramu kata halus terasa,
nasehat dapat hati terhibur.
Pahlawan Melayu itu Hang Jebat
tegaknya gagah pegang bendera.
Pantunku ini tidaklah hebat,
bak setetes air ditengah samodra.
Mencari ikan dalam telaga,
ditiup angin layar berkibar.
Menahan lapar serta dahaga,
berbuah pahala menambah sabar.
Orang melayu pergi ke Mekkah,
belajar ilmu pulang kembali.
Mata yang sayu allah kan suka,
Haus dan lapar akan dibeli.
PANTUN ANAK JUMAT.
Anakku...
Habis cangkir muncullah gelas,
minum digelas jangan dijilat.
Hari sudah pukul sebelas,
sebentar lagi kita kan sholat.
Wadah kendi simpan dibalai,
airnya dingin mirip selasih.
Pergi mandi janganlah lalai,
biar badanmu sehat dan bersih.
Perigi dicampur bahan obat,
agar penyakit tidak bersemi.
Pergilah sholat jangan terlambat,
doakan selalu ayah dan umi.
Belibis singgah di pohon cermin,
tepi hinggapnya runtuhlah bulu.
Sehabis jumat jangan bermain,
tapi gantilah baju dahulu.
Indah misai si tukang jamu,
memakai berkap diseterikakan.
Setelah selesai ganti bajumu,
ambillah piring pergilah makan.
Keladi dimakan anak tempua,
setelah tak ada makanan lain
Ketika makan bacalah doa,
setelah itu baru bermain.
PANTUN PERSAUDARAAN.
Terkulai patah si batang sukun,
ikutlah roboh pohon paria.
Wahai sahabat penggemar pantun,
mari bersahut gembira ria.
Ranting kemumu gugur setangkai,
tumbuh kembali di musim semi.
Saling bertemu kata dirangkai,
agar tersambung silatu rahmi.
Meramu rotan dibuat tali,
diikat kuat ke batang ara.
Mari dijaga budaya asli,
agar bersatu se nusantara.
Pualam licin jalan dituntun,
bila terjatuh bisa terluka.
dimalam sepi kutulis pantun,
penghibur hati penghilang duka.
Bulan terang hilangnya pagi,
walau pun pada bulan purnama.
Didalam senang kita berbagi,
ketika sedih kita bersama.
Pergi berladang ke tanah tinggi,
padi ditanam dimakan kera.
Dalam lapang kita berbagi,
berbagi pada sesama saudara.
Orang ulu pergi berdagang,
membeli baki menjual para.
Sejak dahulu orang berdendang,
menghibur hati mengusir lara.
Menyeberang ke huma di ulu kedatun,
sambil menjala dapatlah patin.
Berbagi bersama di dunia pantun,
tajamkan rasa kuatkan batin.
Anak elang tinggal di tebing,
tebingnya terjal di gunung sunyi.
Sambil bergandeng saling membimbing,
niscaya pantun indah berbunyi.
Durian jatuh harum baunya,
diambil malam dikupas pagi.
Beragam pantun indah bunyinya,
beruntai kata kita berbagi.
Serangga malam keluar larut,
pergi bersama seia sekata.
Karena malam semakin larut,
kita berdoa pejamkan mata.
Terbang pagi burung pelatuk,
menuju ke arah hembusan angin.
Bangun pagi mata mengantuk,
mengambil wudhu menembus dingin.
Alangkah hitam si burung gagak,
tampak sendiri hinggap di bilah.
Ambillah takbir berdiri tegak,
hadapkan diri kepada Allah.
Terlalu rendah sangkar tempua,
diatas tanah bisa dicari.
Sehabis subuh mari berdoa,
agar berguna usia diri.
Pergi ke ogan bawa telasan,
dipakai orang tuk mandi pagi
Dunia ini bagai hiasan,
hadir sebentar dilepas lagi.
reduplah cahya di tanah bengali,
karena hilangnya adab yang santun.
hidup didunia hanya sekali,
tinggalkan amal seribu tahun.
Dari bindu ke Raksa Jiwa,
pergi berhanyut menarik arat.
Rindunya rasa rindu dijiwa,
kelak kan jumpa di alam akherat.
Bukanlah tuba tapi selasih,
dipakai makan tuk lalap nasi.
Ramadhan tiba bagai kekasih,
ketika pergi kan ditangisi.
Gugur-gugurlah sendayang patah,
jangan menimpa sarang seriti,
.Sabar-sabarlah dan jangan patah,
sebentar kita sudah kan mati.
Berkebun lada di sekapak,
mengambil lada mesti berdiri.
Bertanya ananda kabar bapak,
susah senang telan sendiri.
Sibuk berkicau burung titiran,
tak sadar sayap terkait duri.
Fesbuk cuma untuk hiburan,
lupakan sejenak penatnya diri.
Burung dikenal karena kicauan,
suara indah jika berbunyi.
Sholat itu untuk pakaian,
agar hidup selalu dilindungi.
PANTUN NASEHAT
Bunga sekuntum disiram ujan,
indah rupanya harum niscaya.
Sekali lancung dalam ujian,
seumur hidup orang tak percaya.
ingin kuambil bayam seikat,
ditaruh apik dalam bungkusan.
Hidup mulia karena sifat,
jadi kenangan jadi tangisan.
Pergi ke pekan di negeri lintau,
belilah sebungkus kue bika.
Jadikan bekal dalam merantau,
buatlah orang menjadi suka.
Ke Pariangan di malam buta,
naik kereta membawa barang.
Ringankan tangan rendahkan kata,
niscaya jadi kenangan orang.
Kalau tuan pergi ke surau,
jangan lupa bersihkan diri,
agar senang bapak penghulu.
Kalau tuan pergi merantau,
Sanak cari saudarapun cari,
induk semang cari dulu.
Mengayuh biduk hendaklah pintar,
agar tak miring arah biduknya.
Banyak merunduk tidaklah sukar,
pintar berakal banyak gunanya
Ahli bertukang orang meranjat,
yang pandai besi di tanjung dayang.
Orang yang tua harus dihormat
yang muda juga tetap disayang.
Belajar mengaji ke sungai pinang,
balik sebentar ke tanjung gelam.
Budi yang baik akan dikenang,
berita buruk mesti dipendam.
Terbang keluang di malam buta,
Kembali lagi fajar menjelang.
Berhati-hati dalam berkata,
lenturnya lidah tidak bertulang.
Belokan tajam setirnya patah,
-hati banyak plesetan.
Eloknya budi diujung kata,
eloknya sifat di perbuatan.
Membuat wajik ketan direndam,
separuh lagi dibuat bipang.
Perbanyak maaf lupakan dendam,
niscaya dunia terasa lapang.
enak rasanya buah keluih,
dimasak dengan panasnya arang.
Pabila pandai meniti buih,
selamat badan ke seberang.
Orang palembang pandai bertenun,
kain dipintal darilah benang.
Sekarang banyak orang berpantun,
membuat mamang menjadi senang.
Pohon kuini tiada berduri,
dipotong panjang dibelah tiga.
Nasehat ini untuk sendiri,
bila berguna ambillah juga.
Janur kelapa untuk kenduri,
dibentuk indah dengan peniti.
Bertambah umur bijaklah diri,
agar selamat diakhir nanti.
sikejut tumbuh ditepi sumur,
akarnya dalam tanahnya lekat.
Berlanjut hari bertambah umur,
mogalah sabar makin melekat.
Inderalaya 28 November 2010
Al Faqir
Oleh
Hamdi Akhsan
PANTUN JELANG RAMADHAN
Bukan pelikan memakan tuba,
tapi ikan dalam perigi,
Bulan ramadhan segera kan tiba,
berkurang umur setahun lagi.
Petang-petang pergi ke taman,
tamannya indah rapi dan bersih.
Puasa bagi orang beriman,
bagai menyambut datangnya kekasih.
Jembatan patah jalannya putus,
dilanda dahsyat air mengalir.
Jalani ramadhan dengan tulus,
bagaikan bayi yang baru lahir...
Jelatang pohon yang tak berduri,
seperti kudis gatal melanda.
Jadikan siang menahan diri,
malampun habis untuk ibadah.
Sepuhan emas bukan suasa,
dipakai orang berhias diri.
Sebelum mulai hari puasa,
bersihkan hati bermaaf diri.
Bahan pulut dari kendari,
dipakai tangkap burung piaraan.
Menahan mulut disiang hari,
malam diisi baca alquran.
Sabang tetangga dengan malaysia.
rakyatnya baik berbudi santun.
Abang hanya orang biasa,
mengajar fisika senang berpantun.
Orang aceh pergi berjihad,
tinggalkan keluarga beserta harta.
Bukanlah remeh pantun sahabat
terpenggal rasa berisi kata.
Orang dusun pergi haji,
membawa ikan dan sambal basah ,
Kata tersusun rapi terpuji,
itulah tanda budi bahasa.
Tertegun paman depan beranda,
hatinya sedih burungnya mati.
Ciumlah tangan ayah dan bunda,
agar ramadhan jadi berarti.
Orang ogan pergi menuba,
ikannya mati anaknya mati,
Bulan Ramadhan segera kan tiba,
jadikan ia penerang hati.
Menebang buluh untuk belandar,
buluh disusun di pinggir jalan.
Moga bertemu Lailatul qodar,
agar berbalas seribu bulan.
PANTUN NASEHAT SIANG
Tebing terban longsor pun tiba.
hilanglah rumah kebun binasa.
Ketika uban mulai bertambah,
pertanda umur dekati masa.
Benderang hilang mentari redup,
habislah siang malampun datang.
Ramadhan penerang hati yang hidup,
memberi bekal diri sebatang.
Orang dahulu pernah berpesan,
teteskan mata kala berpinta.
Agar Allah beri kasihan,
dihari kelak tak menderita.
Berandai-andai bukanlah pesan,
karena bisik dari sang iblis.
Orang yang pandai pantunnya lisan,
tapi mamang cuma menulis.
Beras solok masaknya basah,
enak dimakan enak dibubur.
Beramu kata halus terasa,
nasehat dapat hati terhibur.
Pahlawan Melayu itu Hang Jebat
tegaknya gagah pegang bendera.
Pantunku ini tidaklah hebat,
bak setetes air ditengah samodra.
Mencari ikan dalam telaga,
ditiup angin layar berkibar.
Menahan lapar serta dahaga,
berbuah pahala menambah sabar.
Orang melayu pergi ke Mekkah,
belajar ilmu pulang kembali.
Mata yang sayu allah kan suka,
Haus dan lapar akan dibeli.
PANTUN ANAK JUMAT.
Anakku...
Habis cangkir muncullah gelas,
minum digelas jangan dijilat.
Hari sudah pukul sebelas,
sebentar lagi kita kan sholat.
Wadah kendi simpan dibalai,
airnya dingin mirip selasih.
Pergi mandi janganlah lalai,
biar badanmu sehat dan bersih.
Perigi dicampur bahan obat,
agar penyakit tidak bersemi.
Pergilah sholat jangan terlambat,
doakan selalu ayah dan umi.
Belibis singgah di pohon cermin,
tepi hinggapnya runtuhlah bulu.
Sehabis jumat jangan bermain,
tapi gantilah baju dahulu.
Indah misai si tukang jamu,
memakai berkap diseterikakan.
Setelah selesai ganti bajumu,
ambillah piring pergilah makan.
Keladi dimakan anak tempua,
setelah tak ada makanan lain
Ketika makan bacalah doa,
setelah itu baru bermain.
PANTUN PERSAUDARAAN.
Terkulai patah si batang sukun,
ikutlah roboh pohon paria.
Wahai sahabat penggemar pantun,
mari bersahut gembira ria.
Ranting kemumu gugur setangkai,
tumbuh kembali di musim semi.
Saling bertemu kata dirangkai,
agar tersambung silatu rahmi.
Meramu rotan dibuat tali,
diikat kuat ke batang ara.
Mari dijaga budaya asli,
agar bersatu se nusantara.
Pualam licin jalan dituntun,
bila terjatuh bisa terluka.
dimalam sepi kutulis pantun,
penghibur hati penghilang duka.
Bulan terang hilangnya pagi,
walau pun pada bulan purnama.
Didalam senang kita berbagi,
ketika sedih kita bersama.
Pergi berladang ke tanah tinggi,
padi ditanam dimakan kera.
Dalam lapang kita berbagi,
berbagi pada sesama saudara.
Orang ulu pergi berdagang,
membeli baki menjual para.
Sejak dahulu orang berdendang,
menghibur hati mengusir lara.
Menyeberang ke huma di ulu kedatun,
sambil menjala dapatlah patin.
Berbagi bersama di dunia pantun,
tajamkan rasa kuatkan batin.
Anak elang tinggal di tebing,
tebingnya terjal di gunung sunyi.
Sambil bergandeng saling membimbing,
niscaya pantun indah berbunyi.
Durian jatuh harum baunya,
diambil malam dikupas pagi.
Beragam pantun indah bunyinya,
beruntai kata kita berbagi.
Serangga malam keluar larut,
pergi bersama seia sekata.
Karena malam semakin larut,
kita berdoa pejamkan mata.
Terbang pagi burung pelatuk,
menuju ke arah hembusan angin.
Bangun pagi mata mengantuk,
mengambil wudhu menembus dingin.
Alangkah hitam si burung gagak,
tampak sendiri hinggap di bilah.
Ambillah takbir berdiri tegak,
hadapkan diri kepada Allah.
Terlalu rendah sangkar tempua,
diatas tanah bisa dicari.
Sehabis subuh mari berdoa,
agar berguna usia diri.
Pergi ke ogan bawa telasan,
dipakai orang tuk mandi pagi
Dunia ini bagai hiasan,
hadir sebentar dilepas lagi.
reduplah cahya di tanah bengali,
karena hilangnya adab yang santun.
hidup didunia hanya sekali,
tinggalkan amal seribu tahun.
Dari bindu ke Raksa Jiwa,
pergi berhanyut menarik arat.
Rindunya rasa rindu dijiwa,
kelak kan jumpa di alam akherat.
Bukanlah tuba tapi selasih,
dipakai makan tuk lalap nasi.
Ramadhan tiba bagai kekasih,
ketika pergi kan ditangisi.
Gugur-gugurlah sendayang patah,
jangan menimpa sarang seriti,
.Sabar-sabarlah dan jangan patah,
sebentar kita sudah kan mati.
Berkebun lada di sekapak,
mengambil lada mesti berdiri.
Bertanya ananda kabar bapak,
susah senang telan sendiri.
Sibuk berkicau burung titiran,
tak sadar sayap terkait duri.
Fesbuk cuma untuk hiburan,
lupakan sejenak penatnya diri.
Burung dikenal karena kicauan,
suara indah jika berbunyi.
Sholat itu untuk pakaian,
agar hidup selalu dilindungi.
PANTUN NASEHAT
Bunga sekuntum disiram ujan,
indah rupanya harum niscaya.
Sekali lancung dalam ujian,
seumur hidup orang tak percaya.
ingin kuambil bayam seikat,
ditaruh apik dalam bungkusan.
Hidup mulia karena sifat,
jadi kenangan jadi tangisan.
Pergi ke pekan di negeri lintau,
belilah sebungkus kue bika.
Jadikan bekal dalam merantau,
buatlah orang menjadi suka.
Ke Pariangan di malam buta,
naik kereta membawa barang.
Ringankan tangan rendahkan kata,
niscaya jadi kenangan orang.
Kalau tuan pergi ke surau,
jangan lupa bersihkan diri,
agar senang bapak penghulu.
Kalau tuan pergi merantau,
Sanak cari saudarapun cari,
induk semang cari dulu.
Mengayuh biduk hendaklah pintar,
agar tak miring arah biduknya.
Banyak merunduk tidaklah sukar,
pintar berakal banyak gunanya
Ahli bertukang orang meranjat,
yang pandai besi di tanjung dayang.
Orang yang tua harus dihormat
yang muda juga tetap disayang.
Belajar mengaji ke sungai pinang,
balik sebentar ke tanjung gelam.
Budi yang baik akan dikenang,
berita buruk mesti dipendam.
Terbang keluang di malam buta,
Kembali lagi fajar menjelang.
Berhati-hati dalam berkata,
lenturnya lidah tidak bertulang.
Belokan tajam setirnya patah,
-hati banyak plesetan.
Eloknya budi diujung kata,
eloknya sifat di perbuatan.
Membuat wajik ketan direndam,
separuh lagi dibuat bipang.
Perbanyak maaf lupakan dendam,
niscaya dunia terasa lapang.
enak rasanya buah keluih,
dimasak dengan panasnya arang.
Pabila pandai meniti buih,
selamat badan ke seberang.
Orang palembang pandai bertenun,
kain dipintal darilah benang.
Sekarang banyak orang berpantun,
membuat mamang menjadi senang.
Pohon kuini tiada berduri,
dipotong panjang dibelah tiga.
Nasehat ini untuk sendiri,
bila berguna ambillah juga.
Janur kelapa untuk kenduri,
dibentuk indah dengan peniti.
Bertambah umur bijaklah diri,
agar selamat diakhir nanti.
sikejut tumbuh ditepi sumur,
akarnya dalam tanahnya lekat.
Berlanjut hari bertambah umur,
mogalah sabar makin melekat.
Inderalaya 28 November 2010
Al Faqir
Ulam katu juga petai
baru dibeli di pasar pagi
malam minggu saat bersantai
membaca pantun giranglah hati
...Pemuda santun dari OKI
Asam kelat di Pengandonan
Membaca pantun senangkan hati
dapat nasihat juga hiburan
baru dibeli di pasar pagi
malam minggu saat bersantai
membaca pantun giranglah hati
...Pemuda santun dari OKI
Asam kelat di Pengandonan
Membaca pantun senangkan hati
dapat nasihat juga hiburan
Ulam petai baunya maut,
orang tidurpun bisa terjaga.
Badan letih fikiran kusut,
laporan ini tak sudah juga.
orang tidurpun bisa terjaga.
Badan letih fikiran kusut,
laporan ini tak sudah juga.
KOMPILASI PANTUN PANTUN RELIGI DAN NASEHAT 20-25 JULI 2010
Posted by Marchsada
Tag :
pantun,
syair pak hamdi
(Jenaka, Muktamar PII,Nasehat Anak,Penghidupan)
Oleh
Hamdi Akhsan
PANTUN MINGGU SORE.(20/7-2010)-8 baris
Seduduk tumbuh di tanah rendah,
daunnya kasar bagaikan amplas,
dahannya tumbuh banyak membengkok,
tumbuh di belukar halaman depan.
Duduk melamun diberanda,
menghirup dalam kopi segelas,
menghisap nikmat sebatang rokok,
mata memandang jauh ke depan.
Mentimun jatuh ditimpuk batu,
Timun diambil masukkan talam,
Untuk dijual ke pasar pagi,
guna membeli sekeping papan,
penambal dinding yang telah lapuk.
Melamun jauh menembus waktu,
mengenang hidup yang dimasa silam,
mengingat masa yang tlah pergi,
menatap hari ada didepan,
agar kebaikan selalu ditumpuk.
Bunga tumbuh indah berseni,
indah bentuknya berlekuk kelindan.
Bertanya kabar mamang disini,
sentosa hati capeknya badan
Halaman rumah bersusun tikar,
tikar dipakai tempat menanti,
Halaman mamang terbuka lebar,
untuk sahabat kawan sehati.
Mengarang seloka harus bergaya,
Bertaut sampiran bersusun tiga.
Moga pantun jadi pusaka budaya,
mendidik generasi agar terjaga.
Kupaslah kuini memakai jari,
dibuat sambal orang pelosok.
Malam ini mamang mamang mencari,
untuk dipakai mengajar esok.
Pintal kapas menjadi benang,
menjadi kasa pelapis obat.
Pantun yang bagus mesti dikenang,
dibagi sesama para sahabat.
Hamdi Akhsan PANTUN MUKTAMAR PII (mantan PB 92-98).(21/7-2010)
Penyengat singgah di pohon ara,
hinggaplah ia dgn sejajar.
Ingat selalu wahai saudara,
amanah itu bukan dikejar.
Kelelawar malam itu keluang,
tidurnya aneh dgn terjungkir.
Kader yang baik akan berjuang,
kader yang mumpung akan tersingkir.
Seikat tamar tukar bidara,
dipakai pengharum orang mati.
Selamat muktamar wahai saudara,
moga jalanmu slalu dirahmati.
PANTUN MALAM SENIN.(22/7-2010)
Ombak bergulung menghantam pantai,
pantai terkikis pasirpun hilang.
Oi anakku haruslah pandai,
jangan menangis berjumpa malang.
Ombak pun pecah badai berlalu,
laut nan luas tenanglah sudah.
beratnya hidup akan berlalu,
tempalah diri selalu tabah.
Nasehat kami orang dahulu,
dipikir dalam dan direnungkan.
Sebelum melangkah fikirlah dulu,
tak guna lagi sesal kemudian.
Habis badai lautnya rata,
airnya tenang sudahlah tentu.
Hapuslah sudah si airmata,
sedih gembira permainan waktu.
Haripun terng badai berlalu,
gembira ria para nelayan.
Jangan terjebak dimasa lalu,
agar didepan dapat bagian.
PANTUN MALAM (23/7-2010)
Gelap hilang fajar menjelang,
nelayan kembali pulang ke tepi.
Berharap perih akan menghilang,
apapun beratnya kan dihadapi.
Ikan disimpan dalam keramba,
sisa yang mati tetap dibuang.
Walaupun usaha berakhir hampa,
tetaplah bangga sudah berjuang.
Pahlawan melayu itu Hang Jebat,
berani membela rakyat sahaja.
Pantun ini untuk sahabat,
bila manfaat ambillah saja.
Kakek mengambil cawan pelita,
tak ada cawan dipakai cangkir.
Ketika ditanya pahlawan wanita,
jawabnya adalah nyonya meneer.(awak gambar ibu kartini).
PANTUN PAGI. (24/7-2010)
Angin menderu badaipun datang,
pohon meliuk daun pun runtuh.
Jalani hari pagi dan petang,
usaha hidup bangun dan jatuh.
Rakit dan kapal rusak binasa,
hewanpun panik ada yang mati.
Sakit dan sehat adalah biasa,
sebagai tanda manusia sejati.
Orang curup pergi ke duri,
rumah didusun terkena gempa.
selama hidup siapkan diri,
karena Dia pasti dijumpa.
Hujan gerimis sudahlah reda,
serentak nelayan ke tengah lautan.
Sedih dan tangis habiskan sudah,
gemeretak gigi niat teguhkan.
PANTUN PAGI (25/7-2010)
Pesawat musuh tunggang langgang,
dikejar tentara pakai eR Pe Ge.
Bangun subuh langsung Palembang,
mengajar guru di PeeL PeGe.
Perih rasanya ibu siamang,
anaknya mati dimakan kucing.
Ponaan bertanya kegiatan mamang?
sekarang sedang pandu peer teaching.
PANTUN MALAM (25/7-2010)
Meremang mendengar gesekan bilah,
bila digesek akhirnya patah.
Mamang tau jagonya kalah,
belanda pulang dengan airmata.
Mengambil jago dipatuk benjol,
jago ditangkap masukkan kandang.
Memang jago pasukan Sepanyol,
Pasukan Belanda dibuat tunggang langgang.
Serangga mati dimakan udang,
udangnya mati digigit lintah.
Banggalah hidup dari berdagang,
itu profesi Rasul tercinta.
Udang sembunyi dibalik batu,
udang ditangkap dapatlah tiga.
Rezeki dagang sudahlah tentu,
membawa berkah bagi keluarga.
Orang meranjat pergi mengaji,
mengaji jauh ke seri bandung.
Naik derajat dan pergi haji,
berhasil sekolah si anak kandung.
Inderalaya, 20 November 2010
Al Faqir
(Pantun Pengantin,Pantun Religi)
Oleh
Hamdi Akhsan
PANTUN PENGANTIN (31/10-2010)
Rumput halia tiada beranting,
dipindah untuk hiasan taman.
Bahagia sungguh kedua pengantin,
duduk bersanding di pelaminan.
Rumpun ilalang sarang seriti,
ditumpang oleh burung selayak.
Rukun-rukunlah suami istri,
rezeki kan datang mengalir banyak.
Orang meranjat pergi ke kassa,
dijemput pulang dalam setahun.
Pandai-pandailah mengatur kata,
agar berdua selalu rukun.
diurai lalap daun kenikir,
pengharum badan supaya nyaman.
Bercerai itu jalan terakhir,
bagaikan putus anggota badan.
Senang bak gunung pengantin baru,
duduk berdua saling bercanda.
Tak perlu bingung tak perlu ragu,
air mengalir ke tempat rendah...
Pohon mangga tiada berduri,
buahnya manis membuat nyaman.
Urusan berkeluarga sedikit teori,
nanti kan matang di pengalaman.
Pohon beringin rimbunnya raya,
dipakai pelindung sejak dahulu.
Kalau ingin orangtua mulya,
hormat keluarga pasangan lebih dahulu.
Simpan dibilik buah berduri,
tersandung kaki durinya tajam.
Jodoh yang baik selalu dicari,
jangan terlalu banyak persyaratan.
Sikejut serumpun rantingnya patah,
dibuat tutup padi di bilik.
Hidup rukun seiya sekata,
bukan mencari sisi yang jelek.
PANTUN RENUNGAN MALAM(30/1022010)
Burung perenjak bangunnya fajar,
mentari muncul terang cahaya.
Orang bijak telah berujar,
rambut memutih cahaya surga.
Anak terkuku menciat-ciat,
lapar perutnya menjelang petang.
Waktu berlalu bagaikan kilat,
terkejut kelak maut yang datang.
Tekukur pulang menjelang petang,
anak mencicit rindukan ibu.
Terbujur kaku badan sebatang,
tak tahu kemana harus mengadu.
PANTUN RELIGI PAGI(30-10-2010)
Mendung hadir badaipun datang,
perahu hanyut dibawa ombak.
Yakin hidup berumur panjang,
padahal mati tiada tertebak.
Gelombang datang bunyi gemuruh,
menggila badai tiengah lautan.
Mumbang jatuh kelapapun runtuh,
tua dan muda sudah suratan.
Badai hilang langitpun cerah,
hilanglah cemas hilanglah takut.
Yang kini gagah menjadi renta,
kulit yang indah akan keriput.
Dahsyatnya angin menderu-deru,
lepaslah juga perahu tertambat.
bertaubat kita sudah diseru,
mari bergegas sebelum terlambat.
Perahu hanyut talinya putus,
terbawa ia tak tentu arah.
Harapan diri tak pernah pupus,
ibadah diganjar taubat diterima.
Pagi pun datang perahu berlabuh,
ikan tak dapat badanpun payah.
Bagi hamba yang datang bersimpuh.
Ampunan-Nya seluas samodera raya.
Ditambat kuat tali perahu,
dipasang rantai ke pokok jati.
Kiamat kapan tiada yang tahu,
yang pasti dekat adalah mati
Ke Muara kamal perahu berpindah,
diikat ia supaya aman.
Amal yang baik berbuah indah,
amal yang buruk dapat ganjaran.
Prahara datang badai melanda,
barulah reda menjelang pagi.
Perkara lain boleh dicoba,
mati tak pernah kembali lagi.
layar terkembang perahu ke barat,
anginpun sepoi perihkan mata.
Jangankan hidup di akherat,
dunia saja sudah ternista.
PANTUN MALAM.(29/10-2010)
Dimakan jamur berwarna putih,
dijual juga di pekan sabtu.
Bertambah umur semakin ringkih,
tubuh menua dimakan waktu.
Serasa daging jamur merang,
ditumis enak jamur yang muda.
Sambungan tulang rasa meradang,
nafaspun rasa sesak didada.
Cendawan keras banyak beracun,
jangan dimakan membuat mabuk.
Ibadah keras penuhi rukun,
zikir yang ma'tsur hendaklah sibuk.
PANTUN JUMAT PAGI (29/10-2010)
Burung berbah burung merpati,
berbeda dengan burung pelikan.
Musibah datang silih berganti,
itu pertanda diperingatkan.
Burung tempua burung kenari,
berbeda dengan burung layang-layang.
Panjatkan doa setiap hari.
Supaya Allah selalu sayang.
Burung perenjak burung kausari,
berbeda dengan burung berbah.
Perbanyak taubat menghisab diri,
supaya amal terus ditambah.
Burung berkicau di pagi hari,
pertanda pergi mencari makan.
Rezeki halal selalu dicari,
doa yang baik kita panjatkan.
Burung kembali pulang ke sarang,
sebelum malam menjadi pekat.
Itulah hidup yang diharapkan,
sukses dunia sukses akherat.
PANTUN RELIGI PAGI(27/10-2010)
Mentawai di sapu badai Tsunami,
Merapi meletus di Jogjakarta.
Wahai Ilahi ampuni kami,
atas lalai dan segala dosa.
Gelombang dahsyat datang menyapu,
manusia hilang hartapun hilang.
Kami memohon taubat pada-Mu,
bagai perantau lama tak pulang.
Debu panas datang melanda,
tumbuhan mati manusia mati.
ampuni dosa kami yang sudah,
tanamkan iman didalam hati.
PANTUN LARUT MALAM(27/10-2010)
Landai pantai negeri Malaysia,
seindah pantai negeri Maghribi.
Andai esok Engkau beri usia,
bersyukur hamba pada-Mu Robbi.
Gempa datang tanah terbelah,
daratan pun tertutup bahari.
Bertaubat hamba terhadap salah,
memohon ampun pada Ilahi.
Gunung meletusterjadi sudah,
menjerit orang berlari panik.
Bimbinglah hamba agar berubah,
rindukan hidup berbuat baik.
PANTUN SIANG.(25/10-2010)
Sandal jebol jangan di lap,
tak enak lagi silah dibuang.
Sambal jengkol ditambah lalap,
ahh...enaknya makan siang.
Timba air dalam perigi,
melayang timba putus talinya.
Tambah nasi dua piring lagi,
kenyang sudah tinggal kantuknya.
Ambil meja jangan berbunyi,
jangan diseret tapi dibawa.
Sambil kerja bernyanyi-nyanyi,
kerja selesai hati gembira.
PANTUN SENIN PAGI (25/10-2010)
Pagi datang hari berganti,
dingin terasa air pancuran.
Ada yang lahir ada yang mati,
itulah hukum di kehidupan.
Mentari naik Dhuha pun tiba,
ambil wudhu angkatlah takbir.
susah dan seang selalu berubah,
itulah sudah tulisan taqdir.
Pergi bekerja doa dahulu,
serasa lapang dalam fikiran.
Kepada Allah berharap selalu,
hidayah dan rahmat kan diberikan.
PANTUN JENAKA MALAM.(24/10-2010)
Anak tempua pandai berlari,
karena dikejar siberang-berang.
Awak tua tak tahu diri,
nafsu besar tenaga kurang.
Gimana limau takkan mengkerut,
dibakar panas dengan arang.
Gimana harimau takkan takut,
melihat kambing membawa parang.
Anak ayam menciat-ciat,
anak anjing terkaing-kaing.
awak awam sok pandai silat,
kena tinju terkencing-kencing.....hahahaha
sudahlah siput tak pandai lari,
disuruh juga mengejar motor.
sudah keriput tak tahu diri,
baru dipintu sudah terkepor....hahaha
Wayang golek amat disuka,
tapi sedikit dapatkan duit.
Maafkan saya tak berjenaka,
lagi mengedit syair yang rumit.
PANTUN AHAD SORE(24/10-2010)
Jauh-jauhlah terbangnya elang,
pasti kan hinggap di cadas tua.
nanda merantau pasti kan pulang,
pabila rindu ayah dan bunda.
ke pulau-pulau terbangnya elang,
tiada pulang musim berganti.
Walau bertahun tak pernah pulang,
sanak keluarga selalu dihati.
Gagah-gagahlah si rajawali,
terbangnya jauh tinggi di awan.
tak akan tega didalam hati,
teringat rumah dan juga kawan.
Bangau yang gagah terbang melambung,
tak mampu kejar burung merpati.
Diri dijaga iman dijunjung,
selamat badan selamat hati.
Keledai mandi bulunya basah,
berjemur ua depan beranda.
Kalau hati selalu gelisah,
pulanglah diri ke ayah bunda.
Inderalaya,15 November 2010
Al Faqir
KOMPILASI PANTUN-PANTUN RELIGI PAGI, SORE, DAN MALAM
Posted by Marchsada
Tag :
pantun,
syair pak hamdi
Oleh
Hamdi Akhsan
PANTUN MALAM.(13/11-2010)
Hendak patah,patahlah dahan,
jangan menimpa buah yang muda.
Hendak derita,deritalah badan,
janganlah hampa iman di dada.
Hendak malam,malamlah hari,
jangan halangi datangnya pagi.
Hendak muram,muramlah hati,
jangan mengingat yang salah lagi.
Hendak pagi,pagilah subuh,
jangan menahan gelapnya dalu.
Hendak pergi,pergilah jauh,
jangan mengenang masa yang lalu.
Hendak malang,malanglah punai,
jangan salahkan si burung merba.
Hendak hilang,hilanglah cinta,
janganlah luntur iman didada.
PANTUN PAGI.(14/11-2010)
Musim penghujan kini telah tiba,
banyaklah orang bertanam padi.
tahun berganti hampirlah sudah,
moga ditambah umurku lagi.
Padi ditanam tumbuh menghijau,
senang sudah hati petani.
Lama sudah hidup dirantau,
entah kapan akan kembali.
Padi membesar bunganya mekar,
indah menguning masak buahnya.
Semoga bertambah kuatnya sabar,
dalam menempuh susah dan coba.
PANTUN PAGI.(13/11-2010)
Burung berkicau riang gembira,
menyambut cahya mentari pagi.
Untung hidup tidak sengsara,
bersyukur hamba pada-Mu Robbi.
Burung puyuh rendah sarangnya,
kuda terinjak anaknya mati.
Jalani hidup apa adanya,
semoga berharga diakhir nanti.
Orang ogan hidup berladang,
pulang seminggu pergi ke pasar.
Berharap kubur kelak kan lapang,
selamat pula di Padang Mahsyar.
Burung tekukur burung kepodang,
berkicau ia bunyinya indah.
Hidup bersyukur terasa lapang,
nikmat yang ada terus ditambah.
PANTUN MALAM. (12/10-2010)
Buah kelapa lepas tangkainya,
airnya manis enak dihirup.
Mengapa jiwa gundah gulana,
hati menangis sepanjang hidup.
jatuh diladang si asam jawa,
dikumpul banyak dapat seikat.
Merana badan merana jiwa,
kemana harus mencari obat.
Buah mangga dipetik dalu,
runtuh daunnya buahnya lebat.
Sangat berguna sesal dahulu,
sesal sekarang sudah terlambat.
Gunung merapi muntahkan lahar,
banyaklah orang pergi mengungsi.
Mendidik orang haruslah sabar,
lain kepala lain pula hati.
PANTUN SORE.(12/10/2010)
Tikar purun simpan di pagu,
kadang digelar untuk kelasa.
Tahun-tahun sudah berlalu,
tak sadar jasad kian menua.
Orang paku pergi merantau,
tujuan jauh ke negeri jiran.
Hidup bagaikan senda dan gurai,
seperti melihat ke pertunjukan.
Jambu digoyang jatuh buahnya,
kalau tak jatuh masaklah tentu.
Jalani hidup apa adanya,
moga bahagia diujung waktu.
Mangga sebatang bercabang dua,
batang pohonnya tiada berduri.
Merana badan merana jiwa,
sakit senang telan sendiri.
PANTUN TENGAH MALAM(11/10-2010)
Menganyam pandan tuk tikar purun,
dipakai alas untuk di rumah.
embun malampun mulai turun,
barulah kaki tiba di rumah.
Tikar selapis dihampar lagi,
tamu yang datang makin bertambah.
Walaupun tubuh letih sekali,
moga menjadi amal pahala.
Orang enim kepasar subuh,
membawa pulang sekantung teri,
Walaupun pergi sehari penuh,
tetaplah pulang ke anak istri.
PANTUN PAHLAWAN(10/10-2010)
Negeri ini negeri kepulauan,
dipulau-pulau terdapat gunung,
Hari ini hari pahlawan,
mari kita banyak merenung.
Di Maluku pulau Halmahera,
ada raja bergelar sultan.
Negeri dibangun bersimbah darah,
harus dijaga serta majukan.
Sultan berdiam di halmahera,
selalu diangkat yang laki-laki.
Pahlawan telah sumbangkan darah,
tapi sekarang tiada arti.
Membawa ikan ke air bangis,
supaya segar jual segera.
Mengapa pahlawan banyak menangis,
karena rakyat masih sengsara.
Menjual raman ke kota medan,
ramannya laku membeli anggur.
Didalam zaman yang sudah edan,
syaitan sudah banyak menganggur.
Membeli ikan di Srinanti,
ikan dibawa didalam bumbung.
Pahlawan itu ada dihati,
tak butuh puji tak butuh sanjung.
PANTUN JELANG MALAM(10/10-2010)
Gugur-gugurlah melati putih,
janganlah sampai menimpa duri.
Tidur-tidurlah jiwa yang letih,
janganlah sering ratapi diri.
Lebar-lebarlah daun sikejut,
janganlah kalah si daun manggis.
sabar-sabarlah jalani hidup,
jangan mengeluh atau menangis.
Lewat-lewatlah si buah mata,
janganlah mampir mengambil peti.
kuat-kuatlah tahan derita,
akan berakhir ketika mati.
PANTUN MALAM(10/10-2010)
Lantai pualam berhias kembang,
dilihat enak dipasang gaya.
Berjalan malam dari Palembang,
moga selamat ke Inderalaya.
Keramik putih dipasang rapi,
disapu bersih indah mengkilat.
Sepanjang jalan tidaklah sepi,
banyak dijumpa banyak dilihat.
Jalan putih garispun putih,
petunjuk jalan terlihat terang.
Badan letih hatipun letih,
semoga iman tidaklah hilang.
PANTUN KEHIDUPAN(10/10-2010)
Membeli beras ke tanjung gelam,
dibawa pulang ke Inderalaya.
Bekerja keras siang dan malam,
kan pulang juga pada akhirnya.
Membeli emas harus ke pasar,
jangan membeli pada penadah.
Masa emas hanya sebentar,
setelah tua tinggal ibadah.
Mencari ikan di sungai komering,
Berangkat pagi ke kayu agung.
Dunia akherat jalani seiring,
dekatlah diri pada Yang Agung.
PANTUN LARA MALAM(9/10-2010)
Hendak terbang,terbanglah kumbang,
jangan mengisap madunya bunga.
Hendak pulang-pulanglah sayang,
jangan membuat daku merana.
Hendak putih,putih melati,
jangan terkulai menjadi layu.
Hendak sedih,sedihlah hati,
janganlah sampai orangpun tahu.
Hendak gugur,gugurlah nangka,
jangan dibelah dengan sembilu.
Hendak tidur,tidurlah mata,
jangan mengenang hati yang pilu.
PANTUN MENJAGA LIDAH(09/10-2010)
Udara panas hujan kan turun,
terasa sumpek terasa gerah.
Walaupun keras tetaplah santun,
supaya tidak membuat marah.
Hujan turun dinginlah hari,
tumbuhan subur hijau warnanya.
Hendaklah simpan didalam hati,
yang baik saja yang keluarnya.
Sesudah hujan haripun terang,
burungpun terbang sesuka-suka.
Lidah tajam seperti pedang,
salah bicara membuat luka.
PANTUN BERKELUARGA(08/10-2010)
Gugur-gugurlah si buah nangka,
jangan menimpa bunga melati.
Jujur-jujurlah jangan bersangka,
supaya tenang rasa dihati.
Bayang-bayanglah bunga mentari,
jangan menutup sampai ke petang.
Sayang-sayanglah kepada istri,
agar selalu dirindu pulang.
Lebar-lebarlah tanah dicangkul,
agar bertani luaslah juga.
Sabar-sabarlah dalam bergaul,
agar sentosa dalam keluarga.
PANTUN SENIN PAGI.(8-10/2010)
Banjir bandang di hutan jati,
robohlah kayu rusaklah hutan.
Musibah datang silih berganti,
Kuasa Ilahi telah ditunjukkan.
Rebahlah sudah si pohon jati,
dahan-dahannya mari singkirkan.
Perintah Tuhan Mari taati,
terhadap larangan mari hindarkan.
Gunung meletus Tsunami datang,
musibah terjadi sangatlah hebat.
Sebelum yang lebih besar menghadang,
Mari segera kita bertaubat.
Inderalaya,14-10-2010
Al Faqir
kota medan di sumatera utara
dari sana kita pergi ke berastagi
siapkan iman untuk masuk surga
gapai selalu ampunan dan ridha Ilahi