Showing posts with label pantun. Show all posts

Kompilasi Pantun Malam 21-26 Januari 2011

Wednesday, February 2, 2011
Posted by Marchsada
Tag :


      (Pantun Rindu, Pantun Religi)

      Oleh
      Hamdi Akhsan


PANTUN MALAM (26/1/2011)

Kalaulah buluh diadu-adu,
selagi lekat dipisah-pisah.
Kalaulah jauh dirindu-rindu,
selagi dekat disia-sia.

Buluh sebatang dibelah-belah,
untuk pelupuh dipasang-pasang.
Rindu yang ada disia-sia,
rindu yang jauh dikenang-kenang.

Gugur-gugurlah wahai sang mangga,
jangan menimpa buah mengkudu.
Tidur-tidurlah wahai sang mata,
biarkan dunia ramai berlalu.

PANTUN MALAM (25/1/2011)
Asam pauh tumbuh di ulu
dibawa rakit ke muaradua.
Dari jauh kukirim rindu,
kalaulah nasib bertemu jua.

Randu dibawa ke kota liwa,
danau ranau lewatnya dari.
Rindu rasa rindu dijiwa,
mata menetes ratapi diri.

Kalangan subuh ke jagaraga,
dalu burat pergi ke kemu.
Kalau tiada berjodoh juga,
di akherat kita bertemu.

PANTUN SIANG (25/1/2011)
Hujan deras hanyutkan batu,
hilang ikatan tangga pangkalan.
Bekerja keras sudahlah tentu,
tetapi badan jangan lupakan.

Kalau tak lebar tangga pangkalan,
tali diulur panjangkan ia.
Kalau lapar segeralah makan,
lanjut zuhur jangan ditunda.

Di Baturaja pasarnya pagi,
sehat dan segar belilah ikan.
Kerja dunia teruslah cari,
akherat tetap diutamakan.

PANTUN PENUTUP (24/1/11)
Kalau randu, biarlah randu,
jangan dirubah nama batangnya.
Kalau rindu,biarlah rindu,
jangan berubah sampai akhirnya.

Hendak hitam,hitamlah tinta,
semoga elok tertulis rapi.
Hendak pejam,pejamlah mata,
semoga esok bertemu pagi.

Gugur-gugurlah wahai sang nangka,
jangan menimpa si buah pauh,
Tidur-tidurlah wahai sang mata,
jangan rindukan dia yang jauh.

PANTUN MALAM (24/1/2011)

Dusun parit jauh di tepi,
Banyak kelapa tumbuh disitu.
Walaupun pahit kini jalani.
Moga bahagia diujung waktu.

Awan putih, langitpun putih,
alamat hujan tak reda jua.
Badan letih,jiwapun letih,
berharap semua ikhlaskan jua.

Tanam tiga,berbuah tiga,
agar subur pupuklah tanah.
Iman jaga,ibadah jaga,
agar dikubur tidak merana.

PANTUN KERJA (24/1/11)
Kalaulah kuda,biarlah kuda,
yang harum itu burung pelikan.
Kerja yang sudah,biarlah sudah,
yang belum esok kita lanjutkan.

Paruh yang putih,biarlah putih,
hendak mengkilap asahlah taji.
Tubuh yang letih,biarlah letih,
besok berharap segar kembali.

Hendak malang,malanglah kuda,
burung berbah tetap kan pergi.
Hendak pulang,pulanglah anda,
dirumah menunggu anak dan istri.

PANTUN PAGI (23/1/2011)
Ranting patah daun pun layu,
gugurlah ia suburkan bumi.
Penting ditata sudahlah tentu,
sabar dan syukur setiap hari.

Rumpun halia timbang pagi,
Bersihkan ditanah memakai air.
Hidup mulia memang dicari,
akherat juga tujuan akhir.

Hendak perih,perihlah mata,
sirih lah jua untuk bersihkan.
Hendak cari, carilah nafkah,
pada-Nya jua dipertanggungjawabkan.

PANTUN PENUTUP (22/1/2011)

Burung budbud didahan hinggap,
kalaulah hinggap jangan ganggukan.
Bangun tahajjud dipasang niat,
kalau lah dapat jadi amalan.

Lebatlah sungguh si buah padi,
asalkan burung dapat usirkan.
Teringat dosa ingat Ilahi,
moga ampunan kan diberikan.

Hendak gugur,gugurlah nangka,
jangan menimpa pinggiran pagar.
Hendak tidur,tidurlah mata,
janganlah lupa zikir istighfar.

PANTUN JELANG MAGHRIB (23/1/2011)
Berbah terbang ke atas bukit,
burung budbud bunyinya dalu.
Karena hari menjelang maghrib.
Berhenti fesbuk mandi dahulu.

Diatas bukit berbah bersarang,
baru turun di hari pagi.
Setelah maghrib segera makan,
barulah sibuk berfesbuk lagi.

Burung mematuk buah setangkai,
dibawa pulang untuk anaknya.
Didepan komputer waktu dipakai,
semoga memberi manfaat guna.

PANTUN SABTU PAGI (22/1/11)
Tebu ditanam ditetak-tetak,
dipotong lebar setiap ruas.
Sesama jangan menginjak-injak,
laku yang zalim dibayar lunas.

Mengambil sari diperas-peras,
dapat airnya dibuat gula.
Selalu berfikir dan kerja keras,
supaya hidup banyak pahala.

Hendak berdiri, dirilah rumah,
tetapi jangan sampai tak makan.
Hendak mencari,carilah nafkah,
rezeki yang halal tetap jagakan.

PANTUN PAGI (21/1/2011)
Tanjungkarang ke kalianda,
singgah sebentar buat berenang.
Kalaulah orang taat ibadah,
dunia dapat akherat senang.

Ke Pariaman orang Tandikat,
menjual pala depan beranda.
Kalaulah iman kuat melekat,
berbuat salah berdegup dada.

Hendak lari,larilah kita,
jangan hamburkan sampah ditaman.
Hendak cari,carilah harta,
jangan campurkan halal dan haram.

Al Faqiir

Hamdi Akhsan


      (Pantun Tahun Baru, pantun menyapa,pantun nasehat,pantun PLN)

Oleh
Hamdi Akhsan


PANTUN MALAM TAHUN BARU.(31/12-2010)

Sekerat ragi mari taburkan,
jadiah tapai simpan dibilik.
Selamat bagi yang merayakan,
moga ke depan kan lebih baik.

Sarang burung jangan rusakkan,
supaya alam bisa lestari.
Orang beruntung pasti renungkan,
salah yang sudah tak diulangi.

Hendak berduri,durilah buah,
tetapi isi tetap gunakan.
Hendak cari,carilah dunia,
tapi akherat jangan lupakan.

PANTUN MALAM.(27/12-2010)
Hanyut ke hilir buah rambutan,
diambil oleh si anak putri.
Walaupun syair tiada sambutan,
terus berkarya tuk generasi.

Buah mengkudu asam rasanya,
dibuat obat sembuhlah sakit.
walaupun syair rendah mutunya,
bisa berguna walau sedikit.

Hendak gugur,gugurlah nangka,
jangan menimpa si batang padi
Hendak tidur, tidurlah mata,
lupakan semua duka dihati.

PANTUN SEKEDAR MENYAPA.(28/12/10)
Belidang serumpun dekat teriti,
baunya tak harum seperti pandan.
Menjelang tahun akan berganti,
hisablah untung ruginya badan.

Sumur ditimba dalamnya surut,
apalah lagi dihisap selang.
Umur bertambah kulit keriput,
sebentar lagi akan berpulang.

Memetik salak tertusuk duri,
salak disimpan didalam bilik.
Maafkan salah dan lupa diri,
moga ke depan kan lebih baik.

PANTUN JELANG TUTUP TAHUN.(29/12/2010)
Getah terap sadap dipohon,
pekat mengalir cepat ditadah
Berharap hidup seribu tahun,
tetapi taqdir tak bisa rubah.

Penuhlah getah dihari petang,
lekatlah ia ke wadah panci.
Ditahun baru yang akan datang,
jagalah iman jagalah diri.

Getah dipasang burung pikatkan,
diintai pikat sepanjang hari.
Berhati-hati jaga tindakan.
Agar tak sesal dikubur nanti.

PANTUN-PANTUN PESANAN (30/12-2010)
Pohon mengkudu buahnya satu,
Jatuh ke tanah terpecah belah.
Bermohon restu ayah dan ibu,
Izinkan nanda untuk menikah.

Sari mengkudu asam rasanya,
Dipakai obat sangatlah jitu.
Kalaulah tunggu wanita sempurna,
Tak akan ada sepanjang waktu.

Buah mangga diambil muda,
Asamnya tinggi terasa ngilu.
Usia ananda terus bertambah,
sedih sendiri sepanjang waktu.

Basah celana segeralah jemur,
sebelum siang segera keringkan.
Gimana bilang tak cukup umur,
sejak SD pun sudah pacaran.

Lebar bambu untuk untuk sembilu,
kalaulah tumpul silah tajamkan.
Sabar dahulu nanda menunggu,
kuliah sekarang segera rampungkan.

PANTUN UNTUK PLN (31/12-2010)
Bunga cempiring harumnya pagi,
menjelang petang cepatlah siram.
Betapa sering seperti ini,
listrik PLN selalu padam.

Buah mumbang telah jatuh lagi,
buah seduduk manisnya lama.
Inilah memang ciri monopoli,
baik buruk terpaksa terima.

Buah kuwini dikupas lagi,
dibuat asinan untuk lebaran.
Inilah provinsi lumbung energi,
listrik dikirim diripun kurang.

Al Faqiir

Hamdi Akhsan
Tuesday, January 11, 2011
Posted by Marchsada
Tag :
KOMPILASI PANTUN MALAM 2011-1 (Pantun Tahun Baru, Pantun Malam, Pantun Religi)


Selamat tahun baru yang mewah ya,disini kami menderita

Oleh
Hamdi Akhsan

PANTUN MALAM TAHUN BARU.


Sekerat ragi mari taburkan,
jadilah tapai simpan dibilik.
Selamat bagi yang merayakan,
moga ke depan kan lebih baik.

Sarang burung jangan rusakkan,
supaya alam bisa lestari.
Orang beruntung pasti renungkan,
salah yang sudah tak diulangi.

Hendak berduri,durilah buah,
tetapi isi tetap gunakan.
Hendak cari,carilah dunia,
tapi akherat jangan lupakan.

PANTUN AKHIR MALAM (2/1/11)
Jangan dibuang si buah pauh,
getahnya memang akan melekat.
Jangan mengenang dia yang jauh,
sayangi saja yang dekat-dekat.

Rasa ngilu biarlah ngilu,
obati saja kalau musibah.
Masa yang lalu biar berlalu,
apa didepan jalani tabah.

Hendak gugur,gugurlah mangga,
jangan menimpa nyiur setandan.
hendak tidur,tidurlah mata,
jangan dibawa sedu dan sedan.


PANTUN PEMBAWA ACARA NIKAH.2-1-11.
Seikat kembang mari haturkan,
pada pengiring putri zuriyat.
Selamat datang kami ucapkan,
pada hadirin serta hadirat.

Mari dijaga bunga seikat,
tegakkan ia diapit bilah.
Mari kita mintakan berkat,
mulai acara dengan Bismillah.

Merona bunga indah cemerlang,
mawar harum berwarna merah.
Karena siang sudah menjelang,
kita lanjutkan lagi acara.

PANTUN RELIGI PAGI 2-1-11.
Pelepah kelapa itu sendayang,
lidinya dibuat tusuk gigi.
Supaya Allah selalu sayang,
ibadah wajib buat mumpuni.

Kalau sendahyang jatuh terhentak,
patah lidinya jadi karena.
Kalau yang wajib sudahlah tegak,
tambahkan pula ibadah sunah.

Untuk sapu diambil lidi,
bersih dan raut buang serabut.
Untuk bekal dihari nanti,
ketika maut datang menjemput.

PANTUN  TAHUN BARU.1-1-11.
Karena asyik ke bina ria,
banyaklah orang bekerja telat.
Karena asyik bergadang ria,
banyaklah orang tertinggal sholat.

di taman mini naik kereta,
ceria hati memandang dekat.
Kasihan juga sahabat kita,
cara awali catatan malaikat.

Hendak benang,benang dibeli,
jangan lupakan bentuk jahitan.
Hendak senang,senanglah diri,
jangan entengkan perintah Tuhan.

Palembang,3/01-2011
Al Faqir


Hamdi Akhsan

Petesan meletus sakit telinga
Karena menyambut tahun baru
Bagi yg cinta pada agama
Tak peduli dengan tahun baru

...Kebiaasaan orang Barat jangan ditiru
Tahun baru sdh lama berlalu
Kita tingkatkan amal tiap waktu
Jangan lah dibuang detik umurmu

Indah berteman krn Allah
Reseki datang melimpah ruah
Hidup penuh dalam berkah
Karena menjaga syari'at Allah

Puji syukur pd Tuhanku
Masih ramai yg patuh pd perintah-Nya
Ya Allah tetapkan hamba bersama-Mu
Merasa damai dimana saja.
 
mangga mengkal dlm lemari
untuk dimakan disore hari
hendak sesal, sesallah diri
asal jangan diulang lagi
Welcome to My Blog

Popular Post

- Copyright © SASTRA - ILMU - HIKMAH -machsada-