Minggu, 09 Januari 2011

SYAIR "WASIAT UNTUK PENGANTIN"

Posted by SASTRA, ILMU dan HIKMAH 20.01, under | No comments



Oleh
Hamdi Akhsan.

PENGANTAR
Beberapa teman minta dibuatkan syair wasiat untuk pengantin, mengingat sering diminta mewakili salah satu pihak keluarga dalam resepsi pernikahan atau memberi nasehat perkawinan. Moga manfaat.

I
Awal wasiat dengan Bismillah,
memohon ampun kepada Allah,
atas segala dosa dan salah,
serta mendapat Mardhatillah.

Syair pengantin jadi rangkaian,
untuk diingat dan diamalkan,
agar bahagia kan tercurahkan,
bersatu sampai maut pisahkan.

Suami dan istri telah dijodohkan,
lebih kurang telah dipasangkan,
lemah dan kuat telah disatukan,
supaya seimbang hidup jalankan.

II
Mula pertama bersihkan niat,
kalaulah salah awali taubat,
yang baik-baik harus diingat,
buanglah jauh apa yang jahat.

Dengan niat jalankan sunnah,
diberi Allah sifat sakinah,
kasih dan sayang jadi karena,
sampai jasad berkalang tanah.

sifat sakinah adalah tenang,
pabila pisah selalu terkenang,
saat berdua merasa senang,
sawah dan petani jadi perlambang.

II
Dengan sakinah dapatlah anak,
apa dimakan terasa enak,
jiwa yang liar menjadi tunak,
merapat pula keluarga dan sanak.

suami dan istri saling berebut,
puji dan sanjung banyak disebut,
untuk pasangan serta pengikut,
supaya kokok bak tali sabut.

Hormati keluarga pihak mertua,
orangtua jadi bertambah dua,
ambil hatinya bila bersua,
tutupi kurang bagi semua.

III
Kalau diawal terbentuk bagus,
hubungan kelak menjadi mulus,
nama yang harus akan berhembus,
menjadi teladan nilai seratus.

Biasakan juga bawa oleh-oleh,
kalau tak banyak sedikit boleh,
sanak yang lain juga ditoleh,
itulah bakti si anak sholeh.

Jangan mengungkap apa yang kurang,
membuat pasangan menjadi berang,
apalah lagi kalau dikarang-karang,
pastilah nanti tak disuka orang.

IV
Janganlah lupa pegang agama,
baik sendiri atau bersama,
ibadah wajid jadi pertama,
ibadah sunnah juga utama.

Awal utama terkait pengantin,
doa yang makbul lisan dan batin,
kalaulah mendapat dari yang rutin,
terhindar syaitan pastilah yakin.

Jangan berbuat seperti hewan,
tak tahu belakang tak tahu luan,
bukannya pula seperti lawan,
tetapi teman se peraduan.

V
Biasakan selalu berkata lembut,
sampaikan mau secara runtut,
tak perlu ungkapan saling menuntut,
apalah lagi seperti kentut.

Selalu berkata yang ada makna,
menjadi terhormat kita karena,
ditambah senyum wajah merona,
pastilah keinginan terkabul disana.

Berkata juga saling berhadap,
jangan menjebak atau perangkap,
apalah lagi kalimat tak sedap,
akan tak enak apa diungkap.

VI
Fahami watak pasangan kita,
lebih dan kurang ia tercipta,
bila yang kurang jangan dinista,
kalau yang lebih buat cerita.

Yang kurang jangan diceritakan,
karena agama sudah larangkan,
supaya rahasia terpeliharakan,
janganlah pergi tak ketentuan.

Istri belajar suka pasangan,
baik dikamar ataupun makan,
juga tak lupa dengan pakaian,
supaya matanya jangan belingsatan.

VII
suami juga pandai memuji,
apa yang dibuat dan yang tersaji,
atau indahnya istri mengaji,
ataupun memakai baju serasi.

Iman dan amal teruslah jaga,
pasti kan bahagia di rumah tangga,
anak kan sehat jiwa dan raga,
Indahnya keluarga menjadi sorga.

Hiduplah dalam samudera maaf,
bila pasangan salah dan khilaf,
supaya senang hidup seatap,
jalani hari terasa mantap.

VIII
Kalau diberi amanah anak,
takutlah engkau mestinya hendak,
jangan berlaku se enak-enak,
supaya bagus terbentuk akhlak.

Anak bagaikan kertas yang putih,
haruslah sabar dan tahan letih,
jangan meratap atau merintih,
atau menyesal sampai bersedih.

Syairku ini berakhir dulu,
moga berguna untuk yang baru,
ambillah mana dianggap perlu,
agar erat kalian bersatu.


Inderalaya, 2011
Al-Faqir

penghulu datang dengan sepeda
membawa map catatn nikah
para keluarga senyum sumringah
...melihat dua mempelai yang berbahagia

pengantin duduk dipelaminan
didampingi kedua orang tuanya
sanak kerabat datang mendoakan
semoga mereka menjadi keluarga sakinah


Sore sore duduk di beranda,
Tunnggukan hujan tak juga reda.
Kasihi pasangan selagi ada,
Tiadakan sesal ketika tiada.


Menikah sudah , melahirkan pun sudah ..
25 tahun berlalu telah ..
Berumah tangga senang dan susah
dilewati bersama Berkeluh kesah ...

...Dalam tunaikan bakhtera Nikah ,
salah satu harus mengalah
Jika diturut hati yang gundah
hancurlah bduk terhempas Sunah

Berlayar sampaikan kepulau
berjalan pula sampai kebatas
Berumah tangga terkadang Galau
namun Mengadu pada yg di ATAS

Hancurlah badan dikandung Tanah
Budi yang baik terkenang jua
jika berakhir waktupun musnah
dipintu syurga kunanti jua

Hendak kemana dibawa hati
cinta yang hakiki pasti dicari
Berjanji untuk segidup semati 


jika suami istri bersatu
tak baik jika rumah menyatu
baik mertua maupun ayah ibu
karena akan timbul fitnah disitu

...suatu saat dapat keturunan
maka akan muncul kebahagiaan
tapi awas dengan kelebihan
maka anak akan tak karuan

jika belum mendapat si bayi
maka doa jangan pernah berhenti
karena Allah mahatahu mana yang berarti
tahu juga saat yang memang dinanti

0 komentar:

Poskan Komentar

Tags

Label

Blog Archive

Archives